Perguruan tinggi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten melepas 274 Perwira Pelaut lulusan Program Diklat Pelaut Peningkatan Ahli Nautika Tingkat (ANT) dan Ahli Teknika Tingkat (ATT) II, III, IV, dan V pada Rabu (5/8/2026).
Para perwira tersebut sudah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan yang mengacu pada standar nasional dan internasional.
Bahkan, para perwira siap kembali bertugas di industri pelayaran dengan kompetensi yang ditingkatkan untuk memperkuat keselamatan pelayaran, menjaga konektivitas dan mendukung penerapan pelayaran yang lebih ramah lingkungan.
Mengusung tema Green Sails, Bright Future: Berlayar Ramah Lingkungan, Mengemban Tugas Bangsa, program diklat ini tidak hanya membekali peserta dengan kompetensi teknis sesuai standar internasional, tetapi juga menanamkan budaya keselamatan, profesionalisme dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan laut.
Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi para perwira dalam menjawab tantangan industri pelayaran yang semakin mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, digitalisasi dan keberlanjutan.
Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Budi Rahardjo mengatakan, pembangunan SDM pelayaran harus berjalan seiring dengan transformasi industri maritim yang semakin berorientasi pada keselamatan dan keberlanjutan.
“Green Sails, Bright Future bukan sekadar tema, melainkan komitmen untuk menyiapkan pelaut yang profesional, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Budi menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan perwira pelaut yang mampu menjaga keselamatan pelayaran, memastikan konektivitas antarpulau tetap terjaga dan mendukung pelayanan transportasi laut yang andal melalui penerapan praktik pelayaran yang semakin ramah lingkungan.
Menurutnya, kompetensi yang dimiliki para perwira pelaut akan menjadi modal penting dalam mendukung kelancaran distribusi logistik, mobilitas masyarakat dan daya saing sektor maritim Indonesia di tingkat global.
Direktur Politeknik Pelayaran Banten Capt. Dedtri Anwar menyatakan bahwa para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu, keterampilan dan nilai – nilai profesional yang diperoleh selama mengikuti pendidikan, serta pelatihan ketika kembali bertugas di atas kapal.
“Hari ini bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kompetensi yang telah diperoleh harus diwujudkan melalui kinerja yang profesional, disiplin dan berintegritas di atas kapal,” ungkapnya.
Dia meminta para perwira untuk menjadi perwira yang mengutamakan keselamatan, memberikan pelayanan terbaik dan mampu menjawab kebutuhan industri pelayaran yang terus berkembang.
Sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pelatihan, Politeknik Pelayaran Banten juga telah menerapkan penerbitan Certificate of Competency (CoC) dan Certificate of Endorsement (CoE) secara digital.
Melalui layanan tersebut, para peserta dapat langsung memperoleh sertifikat kompetensi setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan, sehingga proses administrasi menjadi lebih cepat, efektif dan efisien.
“Inovasi ini memungkinkan para lulusan segera kembali bertugas untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di sektor pelayaran,” kata Capt. Dedtri.
Program Diklat Pelaut Peningkatan merupakan salah satu bentuk komitmen BPSDMP Kemenhub dalam menyiapkan SDM pelayaran yang profesional, kompeten dan berdaya saing global.
“Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, para perwira pelaut diharapkan mampu memperkuat budaya keselamatan, mendukung kelancaran konektivitas nasional dan menghadirkan layanan transportasi laut yang semakin andal bagi masyarakat, serta dunia usaha,” tuturnya. I
