Antisipasi Lonjakan Arus Balik dengan Dirjen Hubla Imbau Masyarakat Bijak Atur Waktu Perjalanan

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubla Kemenhub) mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya agar bijak dalam menentukan waktu perjalanan arus balik Lebaran 2026 melalui lintasan Ketapang – Gilimanuk.

Imbauan ini disampaikan seiring dengan adanya tradisi Lebaran Ketupat di beberapa daerah, yang umumnya dirayakan satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, hal ini berpotensi adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang dan kendaraan dalam waktu bersamaan, khususnya di wilayah Tapal Kuda (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, serta Banyuwangi) dan Kepulauan Madura.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu alternatif di luar periode puncak arus balik, guna menghindari kepadatan yang berpotensi terjadi di Pelabuhan Ketapang,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa potensi lonjakan penumpang yang terpusat pada satu periode waktu tertentu dapat menyebabkan antrean panjang, waktu tunggu yang lebih lama dan berkurangnya kenyamanan dalam perjalanan.

“Untuk itu, diperlukan perencanaan perjalanan yang matang dan kesadaran bersama agar arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancardan nyaman bagi seluruh pengguna jasa angkutan laut dan penyeberangan,” tuturnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terus berupaya mengoptimalkan pelayanan angkutan penyeberangan di lintasan Ketapang – Gilimanuk, termasuk penambahan armada dan pengaturan operasional guna mengantisipasi lonjakan arus penumpang.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun, kelancaran arus balik juga sangat dipengaruhi oleh peran aktif masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan secara bijak,” jelas Dirjen Masyhud.

Selain melakukan perencanaan perjalanan dengan baik, Kemenhub mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan informasi resmi terkait kondisi pelabuhan dan penyeberangan, melakukan pembelian tiket secara online, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama.

Sebagai informasi, PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 di lintasan Jawa – Bali akan terjadi pada 26 – 29 Maret 2026.

Penyeberangan utama melalui Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan mengalami lonjakan volume kendaraan dan penumpang pada periode tersebut. I

Kirim Komentar