Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Upaya dilakukan melalui pengerahan personel satuan tugas darat, dukungan peralatan pemadaman dan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu penanganan karhutla di wilayah prioritas.
Berdasarkan materi konferensi pers, Selasa (27/10), sebanyak 51.057 personel satuan tugas darat tercatat bertugas di empat provinsi.
Keempat provinsi tersebut adalah Kalimantan Tengah sebanyak 16.387 personel, Kalimantan Barat 14.458 personel, Sumatra Selatan 12.285 personel dan Kalimantan Selatan 7.927 personel.
Penanganan di lapangan didukung berbagai peralatan, antara lain pompa pemadam, selang, nosel, tangki, alat pelindung diri (APD), masker, mesin alkon, drone, dan alat berat.
Dukungan peralatan berasal dari sejumlah kementerian dan lembaga sesuai kebutuhan penanganan di wilayah masing-masing.
Di Sumatra Selatan, BNPB mendukung penanganan dengan tujuh motor trail, 17 pompa jinjing dan delapan tangki fleksibel.
Kementerian Pertahanan turut memberikan dukungan berupa 100 motor dan 20 ekskavator.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, BNPB mengerahkan 37 pompa jinjing dan 36 unit Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA).
Kementerian Pertahanan mendukung dengan 49 pompa Honda dan 140 dus selang, sedangkan Kementerian Pertanian menyediakan 30 pompa.
Laporan Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan pada Selasa (27/10), luas lahan yang masih dalam penanganan mencapai sekitar 1.566 hektare.
Luasan tersebut meliputi Kalimantan Tengah sekitar 1.140 hektare, Kalimantan Barat 391 hektare, dan Kalimantan Selatan 35 hektare. Di Pulau Sumatera, luas lahan yang tercatat dalam penanganan di Sumatra Selatan mencapai sekitar 23 hektare.
Penanganan terus dilakukan melalui upaya pemadaman darat dan dukungan operasi udara sesuai kondisi di lapangan.
Sinergi antarkementerian, lembaga dan pemerintah daerah diperlukan untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah terdampak.
Selain penanganan melalui jalur darat, pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan karhutla.
Pada Selasa (27/10), pemantauan OMC mencakup empat provinsi, sedangkan operasi dilaksanakan di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
Pelaksanaan OMC mencatat 14 sortie atau penerbangan penyemaian dengan total penggunaan 22.800 kilogram natrium klorida (NaCl).
Di Kalimantan Tengah, tercatat sembilan sortie dengan penggunaan 14.400 kilogram NaCl.
Sementara itu, di Sumatra Selatan, tercatat lima sortie dengan penggunaan 8.400 kilogram NaCl.
Operasi di Kalimantan Tengah didukung lima pesawat, termasuk Hercules, dengan sasaran wilayah Kalimantan Tengah dan sebagian Kalimantan Selatan.
Adapun operasi di Sumatra Selatan didukung tiga pesawat dengan sasaran Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, dan Banyuasin.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, hujan terjadi di sejumlah wilayah sasaran. Di Kalimantan Tengah, hujan dilaporkan terjadi di Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Barito Utara, dan Pulang Pisau.
Pada wilayah Sumatra Selatan, hujan terjadi di sebagian besar wilayah, dengan intensitas deras dilaporkan di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin.
Sementara itu, hujan juga dilaporkan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.
Pemerintah mengoptimalkan pelaksanaan OMC dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan awan hujan.
Koordinasi dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), TNI, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung penanganan karhutla, khususnya di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan. I
