BNPB Kembali Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Sumatra Selatan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Wilayah Sumatra Selatan.

Upaya ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 4 Agustus sampai dengan 10 Agustus 2026, setelah sebelumnye BNPB pernah menggelar operasi serupa pada 5 – 14 Mei 2026.

Operasi kali ini bertujuan untuk mendukung upaya-upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra Selatan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Satelit NASA NOAA20 mencatat ada 46 titik panas atau hotspot pada 2 Agustus 2026 dan meningkat menjadi 104 titik panas pada 3 Agustus 2026.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam rapat internal dengan para unsur pengarah, pejabat Eselon I dan Eselon II BNPB di Jakarta pada Rabu (29/7) menyatakan bahwa OMC merupakan salah satu upaya untuk mendukung penanggulangan karhutla pada enam provinsi prioritas di Indonesia karena memiliki lahan gambut yang luas dan sangat sulit dipadamkan apabila terjadi kebakaran yang cukup masif, termasuk salah satunya di Provinsi Sumatra Selatan.

“Pada 28 Juli 2026, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, termasuk kami, BNPB, yang diundang dalam rapat tersebut,” ujarnya.

Menurut Suharyanto, dalam rapat tersebut, Kepala Negara menginstruksikan jajarannya untuk mengambil langkah strategis menghadapi potensi dampak musim kemarau yang beriringan dengan fenomena El Nino, dengan fokus utama pada upaya menjaga ketersediaan air dan mencegah kebakaran hutan, serta lahan.

“Arahan Presiden salah satunya untuk tetap melaksanakan OMC di 6 provinsi prioritas tersebut. Menindaklanjuti arahan presiden, BNPB kembali menggelar OMC di Sumatra Selatan, tentunya dengan pertimbangan masih ada cukup awan yang disemai sesuai dengan rekomendasi BMKG”, jelasnya.

Terkait dengan ancaman karhutla yang dapat diperburuk dengan adanya fenomena El Nino, Gubernur Sumatra Selatan telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhula di wilayahnya.

Status ini telah berlaku mulai 22 April 2026 sampai dengan 30 November 2026. Gubernur juga sudah bersurat kepada Kepala BNPB meminta dukungan OMC di wilayah Sumatra Selatan.

Pesawat OMC yang digelar BNPB melalui pihak ketiga beroperasi dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang.

Pelaksanaanya mendapafkan dukungan dari TNI AU di Lanud setempat, BMKG dan BPBD provinsi.

Pada Selasa (4/8) BNPB melaksanakan penerbangan OMC sebanyak satu sorti dengan penyemaian 1.000 kg bahan semai di wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir.

OMC dengan pesawat fixed wings ini berhasil menjadi hujan dengan intensitas ringan di wilayah tersebut.

Menyikapi akan masuknya musim kemarau yang berpotensi mengakibatkan buruknya bencana asap akibat karhutla, BNPB menekankan kembali instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla.

BNPB mengimbau di antaranya pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha kehutanan, serta pertanian dapat bekerja sama dalam pencegahan dini. I

Kirim Komentar