Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana mendukung pelaksanaan peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ke-13 dengan melaksanakan Sharing Session Disaster Knowledge Management System (DKMS).
Kegiatan dilaksanakan secara luring dan daring di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Banten di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan perwakilan BPBD provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Banten, akademisi, serta mitra Pentahelix ini bertujuan untuk mengenalkan DKMS, manfaat dan praktik penggunaannya, terutama dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah.
Upaya ini sejalan dengan arah penguatan Sistem Nasional Penanggulangan Bencana (Sisnas PB) 2026 – 2029 dan agenda pembangunan berketahanan bencana.
DKMS dimaksudkan untuk mendukung pengelolaan pengetahuan kebencanaan dengan menyediakan akses informasi yang relevan secara mudah dan cepat bagi berbagai pemangku kepentingan.
Secara spesifik, DKMS bertujuan untuk menyediakan akses pengetahuan dan pembelajaran kebencanaan yang terpusat, mendorong riset dan inovasi kebencanaan dengan menyediakan basis data, serta informasi yang valid.
Selain itu, mendukung pembangunan berkelanjutan sebagai acuan perencanaan pembangunan daerah, memperkuat kesiapsiagaan, mitigasi, peningkatan kapasitas dan mempercepat pengambilan keputusan saat terjadi bencana.
Dalam pembukaan kegiatan, Analis Kebencanaan Ahli Madya Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana Rucky Nurul Wursanty Dewi menegaskan bahwa tema Bulan PRB 2026 adalah Dari Selat Sunda Untuk Indonesia: Sewindu Belajar Untuk Kesiapsiagaan Yang Lebih Baik – Ngariksa Bumi Nusantara, menjadi momentum refleksi, sekaligus pembelajaran penyelenggaraan penanggulangan bencana nasional.
DKMS dibangun sebagai pusat data dan sistem pengolahan pengetahuan kebencanaan terpadu untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menyebarluaskan regulasi, pembelajaran, pengalaman, praktik baik, serta media edukasi guna mendukung pengambilan keputusan yang cepat, peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi berkelanjutan.
Rucky juga mengajak BPBD provinsi dan kabupaten/kota, perguruan tinggi, serta lembaga/organisasi non-pemerintah untuk berkontribusi berbagi dokumentasi sesuai latar belakang keilmuan dan institusinya dengan panduan teknis yang telah tertuang dalam Panduan Pengguna DKMS.
DKMS dapat diakses melalui laman https://dkms.bnpb.go.id.
Analis Kebencanaan Ahli Muda Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana Rianto Nugraha menuturkan bahwa sistem ini dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan memperkuat mitigasi bencana melalui mekanisme pengelolaan dokumen yang terstruktur meliputi pengunggahan, verifikasi metadata dan persetujuan admin, serta pemanfaatan teknologi, seperti Artificial Intelligence untuk pencarian kontekstual.
Narasumber kedua, Wulansari Khairunisa memberikan penjelasan dan praktik secara rinci panduan penggunaan DKMS kepada para peserta, agar semua pihak dapat berkontribusi untuk mengunggah dokumen valid ke dalam repositori DKMS.
Analis Kebencanaan Ahli Pertama Andri Irawan selaku moderator menyampaikan fitur terbaru DKMS, yaitu kuis.
Fitur ini dibuat untuk menyampaikan materi DKMS secara lebih interaktif dan menarik, sedangkan peserta sharing session mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, terutama saat mengikuti kuis.
Berbagai saran dan masukan yang terhimpun pada kegiatan ini akan ditampung dan diolah oleh Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana untuk pengembangan DKMS di masa mendatang, termasuk rencana pendampingan pengisian DKMS kepada BPBD dan penyempurnaan fitur berbasis kebutuhan pengguna. I
