Bulog Siapkan Gudang di Arab Saudi Guna Tampung Beras Ekspor

Perum Bulog tengah menyiapkan gudang beras di Arab Saudi guna menampung beras premium untuk memasok kebutuhan jemaah haji Indonesia.

Persiapan infrastruktur tersebut merupakan tindak lanjut setelah sampel beras premium yang dikirim ke perusahaan katering di Arab Saudi disetujui.

“Kita masih mengatur ketersediaan gudang di sana ya,” jelas Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita di Jakarta.

Menurutnya, tidak sulit bagi Bulog untuk menyediakan gudang dengan kapasitas di angka ribuan ton.

Sejauh ini, dia menambahkan, hasil komunikasi antara Bulog dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kebutuhan beras premium bagi jemaah, serta petugas haji mencapai sekitar 4.000 ton.

“Gudangnya seperti apa gitu ya. Nah, ini kita lagi coba untuk tempatnya juga harus bisa menampung beras – beras dari sini,” tutur Febby.

Namun demikian, dia belum merinci lebih lanjut berapa harga gudang tersebut dan wilayah yang dipilih.

Selama ini, kegiatan ibadah haji dilakukan di Makkah dan Madinah dengan jarak antara kedua tempat suci tersebut mencapai sekitar 434 kilometer.

“Kalau bicara gudang sih kita gampang, tapi jadi angkanya kemarin sudah ribuan ton untuk awal ini,” ungkap Febby.

Adapun jenis beras yang akan dipasok diekspor ke Arab Saudi spesifik jenis beras premium.

Perusahaan katering dan jemaah haji di Arab Saudi memiliki kecenderungan mengkonsumsi jenis beras tersebut.

“Memang preferensi di sana itu preferensi beras premium dan super premium,” tegasnya.

Di luar kebutuhan jemaah haji, Bulog tengah membidik pasar katering untuk jemaah umroh.

Berbeda dengan perjalanan kegiatan ibadah haji yang berlangsung sekitar 40 hari dalam setahun, ibadah umrah bisa dilakukan sepanjang tahun.

“Tapi tujuannya enggak hanya jemaah haji, nanti mungkin umrah setiap tahun kami juga bekerja sama dengan catering – catering di Arab Saudi,” ujar Febby.

Wacana ekspor beras disampaikan pemerintah setelah stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog pada Januari 2026 mencapai 3,25 juta ton.

Sementara itu, pada tahun 2026 perusahaan Bulog ditargetkan menyerap 4 juta ton beras dari petani lokal.

Stok beras yang berlimpah itu membuat pemerintah menjajaki pasar beras internasional. I

Kirim Komentar