Ekosistem Sumber Daya Manusia (SDM) pengembangan industri dibangun secara terintegrasi, mulai dari pendidikan vokasi, pelatihan hingga layanan standardisasi dan pengujian.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza melakukan kunjungan kerja ke sejumlah satuan kerja Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Kota Padang, Sumatra Barat.
“Saya berkesempatan mengunjungi sejumlah satuan kerja Kementerian Perindustrian di Kota Padang untuk melihat ekosistem industri terpadu tumbuh di wilayah ini,” katanya.
Sejumlah satuan kerja Kementerian Perindustrian di Padang yang mendapat kunjungan Wamenperin Riza adalah mulai dari Politeknik Akademi Teknologi Industri (ATI) Padang, Balai Diklat Industri (BDI), Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Padang, Sekolah Menengah Kejuruan – Sekolah Menengah Atas Kejuruan (SMK – SMAK) hingga Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Padang.
“Kunjungan ini memberikan gambaran utuh tentang bagaimana ekosistem pengembangan industri dibangun secara terintegrasi, mulai dari pendidikan vokasi, pelatihan hingga layanan standardisasi dan pengujian, yang semuanya saling terhubung dalam menyiapkan SDM industri yang unggul dan siap kerja,” tutur Wamenperin Riza.
Menurutnya, pada setiap satuan kerja (satker) terlihat peran yang semakin kuat dan teknis dalam menjawab kebutuhan sektor industri, seperti Politeknik ATI Padang perlu terus menyesuaikan kurikulum berbasis kebutuhan industri, serta memperkuat riset terapan.
“Kemudian, Balai Diklat Industri terus mengembangkan pelatihan berbasis kompetensi dengan pendekatan praktis dan harus memanfaatan teknologi, seperti simulator,” ungkap Wamenperin Riza.
Selain itu, lanjutnya, SMTI Padang dan SMK – SMAK berfokus pada penguatan kompetensi teknis, khususnya di bidang kimia dan analis laboratorium yang banyak dibutuhkan sektor industri.
Sementara itu, kata Wamenperin Riza, BSPJI dengan meningkatkan layanan pengujian, sertifikasi dan standardisasi agar lebih cepat, akurat, serta sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
“Sinergi satker menjadi kunci daya saing sektor industry, bahkan sinergi ini menjadi fondasi penting dalam menghadirkan SDM yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika industri,” tuturnya.
Di tengah dunia yang bergerak sangat dinamis, jelas Wamenperin Riza, tidak bisa berhenti pada pencapaian yang telah diraih, bahkan diperlukan semangat untuk terus berbenah, melakukan terobosan dan memastikan setiap layanan tetap relevan dengan kebutuhan industri.
“Dengan dorongan hilirisasi dan tuntutan globalisasi yang semakin kuat, saya optimistis seluruh satker di Padang dapat terus meningkatkan kinerja dan kualitas layanan, sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam mendorong daya saing industri nasional,” ungkapnya.
Secara nasional berdasarkan data Kemenperin sepanjang tahun 2025, fokus pengembangan SDM difokuskan pada pencetakan tenaga kerja kompeten melalui pendidikan vokasi.
Sepanjang tahun 2025, Kemenperin berhasil mencetak 7.691 SDM industri kompeten, sedangkan dari unit pendidikan vokasi (SMK dan Politeknik) di bawah naungan Kemenperin, sebanyak 5.386 siswa dan mahasiswa berhasil lulus.
Mengenai tingkat serapan lulusan vokasi Kemenperin ke dunia industri mencapai 68% pada saat kelulusan dan ditargetkan mencapai 100% dalam waktu enam bulan.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin terus memperluas kolaborasi dengan mitra industri untuk memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan teknologi industri terkini. I
