Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menerima kunjungan study tiru Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang dipimpin Bupati Paser Fahmi Fadli di Kantor Walikota Denpasar.
Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai strategi penanggulangan kemiskinan, dengan Kota Denpasar dipilih sebagai daerah pertama yang dikunjungi Kabupaten Paser untuk mempelajari berbagai inovasi dan kebijakan dalam menekan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.
Bupati Paser Fahmi Fadli beserta rombongan diterima langsung Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Turut mendampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar Komang Lestari Kusuma Dewi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar Dewa Gede Juli Artabrata, Sekretaris Dinas Sosial Kota Denpasar Made Yudyani Putri, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fahmi mengungkapkan apresiasinya atas sambutan hangat Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar.
Menurutnya, keberhasilan Denpasar menekan angka kemiskinan ekstrem hingga sekitar 0,03% menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Oleh karena itu, dia menambahkan, Kabupaten Paser ingin mempelajari secara langsung berbagai kebijakan, inovasi dan pola kolaborasi lintas sektor yang diterapkan Pemkot Denpasar agar dapat diadaptasi sesuai kondisi daerahnya.
“Kami datang ke Denpasar untuk belajar bersama. Penanganan kemiskinan di Kota Denpasar sangat baik, terutama dalam menekan kemiskinan ekstrem yang kini hampir mencapai nol. Terima kasih atas penerimaan dan kesempatan berbagi pengalaman yang diberikan kepada kami,” tutur Fahmi.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar mengucapkan terima kasih kepada Bupati Paser yang telah memilih Kota Denpasar sebagai pusat study tiru.
Dia menjelaskan bahwa keberhasilan menekan angka kemiskinan tidak lepas dari sinergi seluruh pihak dan dukungan kondisi Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali dan daerah pariwisata.
“Dengan jumlah penduduk sekitar 762.480 jiwa yang tersebar di empat kecamatan, 27 desa dan 16 kelurahan, Denpasar terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor jasa, perdagangan, pariwisata dan penyelenggaraan berbagai event kreatif yang mampu menggerakkan UMKM,” tutur Jaya Negara.
Jaya Negara menambahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar saat ini mencapai sekitar Rp2,2 triliun.
Di sisi lain, persentase penduduk miskin di Kota Denpasar juga terus mengalami penurunan.
Dari 2,14% pada tahun 2020, angka tersebut sempat meningkat akibat dampak pandemi, tetapi kembali menurun secara konsisten hingga mencapai 2,16% pada tahun 2025. Capaian ini jauh lebih rendah dibandingkan rata – rata Provinsi Bali.
Lebih lanjut Jaya Negara menjelaskan, Pemkot Denpasar menjalankan berbagai program terpadu dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan, di antaranya program bedah rumah senilai Rp100 juta per unit yang didukung CSR BUMN, Perumda dan berbagai pemangku kepentingan.
Selain menyediakan hunian yang layak, Pekot Denpasar terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik, salah satunya melalui pelaksanaan uji coba Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital).
“Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran, transparan dan mudah diakses oleh masyarakat melalui pemanfaatan data yang terintegrasi,” ungkap Jaya Negara. I
