Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan proses distribusi dan aktivasi Kartu Nusuk bagi jemaah haji Indonesia berjalan siap dan terkoordinasi dengan baik melalui simulasi yang dilaksanakan oleh Syarikah Rakeen.
Kegiatan yang turut dihadiri pimpinan Komisi VIII DPR dan pimpinan Syarikah Rakeen, Amin Indragriri, serta Jauhara, ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan implementasi Kartu Nusuk sebagai identitas resmi jemaah selama berada di Arab Saudi.
Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Haji dan Umrah Kemenhaj Ian Heriyawan, hasil dari simulasi ini menunjukkan kesiapan proses distribusi dan aktivasi kartu agar dapat dimanfaatkan jemaah tanpa kendala.
“Kita ingin memastikan Kartu Nusuk sudah diterima dan aktif sebelum jemaah tiba di Arab Saudi, sehingga mereka bisa langsung mengakses berbagai layanan tanpa hambatan,” ujarnya.
Dia menambahkan, kesiapan tersebut menjadi kunci untuk menghindari potensi kendala administratif yang dapat berdampak pada pelayanan di lapangan.
“Hasil yang kita harapkan adalah tidak ada jemaah yang tertahan atau mengalami kesulitan karena kartu belum aktif. Semua harus sudah siap sejak awal,” tuturnya.
Dirjen Ian mengatakan, simulasi ini memberikan gambaran nyata terkait alur distribusi hingga aktivasi kartu yang efektif dan efisien.
“Dari simulasi ini, kita bisa memastikan bahwa alur distribusi dan aktivasi sudah berjalan dengan baik dan siap diimplementasikan pada operasional haji nanti,” katanya.
Dia juga menekankan bahwa keberhasilan distribusi Kartu Nusuk akan berdampak langsung pada kelancaran layanan bagi jemaah.
“Dengan kartu yang sudah aktif, jemaah bisa lebih mudah mengakses layanan, mobilitas lebih teratur, dan pengawasan juga lebih optimal,” ungkapnya.
Dirjen Ian mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam proses tersebut.
“Ini adalah hasil kerja bersama. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, DPR, dan mitra layanan menjadi kunci agar seluruh proses ini berjalan lancar,” jelasnya.
Melalui kesiapan distribusi dan aktivasi Kartu Nusuk ini, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat menjalani ibadah dengan lebih tertib, aman dan nyaman sejak tiba di tanah suci. I
