Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) Tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan dan berhasil masuk kategori tinggi secara nasional, nilai IDI Sumbar meningkat dari 78,83 pada tahun 2024 menjadi 80,08 pada tahun 2025.
Hal tersebut diketahui, berdasarkan hasil evaluasi yang dilaksanakan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan bersama Bappenas, Kemendagri dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan dalam acara Kick Off Evaluasi Nasional Capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tahun 2025 yang diselenggarakan di Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga demokrasi yang sehat, kondusif dan inklusif di Ranah Minang.
“Peningkatan IDI ini menunjukkan bahwa kualitas demokrasi di Sumatra Barat terus bergerak ke arah yang lebih baik. Pemerintah daerah bersama Forkopimda, masyarakat, akademisi, politisi, media, dan ormas, serta seluruh pemangku kepentingan mampu menjaga stabilitas sosial politik, sekaligus membuka ruang partisipasi publik yang semakin luas,” tuturnya.
Menurut Mahyeldi, keberhasilan Sumbar naik dari kategori sedang ke kategori tinggi menjadi indikator positif bahwa tata kelola pemerintahan, keterbukaan informasi publik dan kualitas pelayanan masyarakat telah semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dia juga menegaskan, kendati IDI Sumbar telah masuk kategori tinggi, tapi pihaknya akan terus memperkuat implementasi substantif demokrasi di Sumbar melalui peningkatan pelayanan publik, penguatan pendidikan politik masyarakat dan menjaga ruang kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab.
“Demokrasi yang baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, iklim investasi, dan pembangunan daerah. Oleh karena itu, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjaga kondusivitas daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumbar Mursalim menambahkan, peningkatan IDI Sumbar dipengaruhi oleh membaiknya pengimplementasian sejumlah indikator penting, seperti stabilitas sosial politik, penguatan partisipasi masyarakat dan meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan, serta pelayanan publik.
“Capaian ini merupakan hasil evaluasi nasional yang dilakukan secara komprehensif oleh BPS bersama kementerian dan lembaga terkait melalui pendekatan kuantitatif maupun kualitatif selama satu tahun penuh,” ungkapnya.
Mursalim mengatakan, penilaian IDI mencakup tiga aspek utama, yakni aspek kebebasan, kesetaraan dan kapasitas lembaga demokrasi yang dijabarkan ke dalam 22 indikator penilaian.
Meski sudah meraih hasil baik, dia mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan yang harus menjadi perhatian bersama di antaranya penguatan literasi digital masyarakat dan antisipasi terhadap potensi disinformasi, serta polarisasi media sosial.
“Ke depan, Pemprov Sumbar akan terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas daerah, meningkatkan kualitas komunikasi publik pemerintah dan memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan demokrasi,” ujarnya.
Menurut Mursalim, peningkatan capaian IDI Sumbar ini dapat memperkuat posisi Sumbar sebagai daerah yang mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas sosial politik, pembangunan daerah dan penguatan demokrasi yang partisipatif, serta berkelanjutan.
Dia berharap, capaian ini akan membawa dampak positif bagi daerah dan masyarakat Sumbar secara umum. I
