Ini Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 13 Agustus 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan bencana pada periode Rabu hingga Kamis, 12 – 13 Agustus 2026.

Musim kemarau yang berlangsung saat ini menyebabkan sejumlah wilayah di Indonesia mengalami bencana hidrometeorologi kering, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kebakaran hutan dan lahan melanda Kelurahan Muara Sanga-sanga, Kecamatan Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Selasa (11/8) sekitar pukul 15.20 WIB.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 15 hektare dan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara segera mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman karhutla di lapangan.

Masih di provinsi yang sama, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Paser pada Selasa (11/8).

Wilayah terdampak meliputi tiga kecamatan, yaitu Desa Beras Jiring di Kecamatan Muara Komam, Desa Tanah Grogot dan Tepian Batang di Kecamatan Tanah Grogot, serta Desa Damit di Kecamatan Pasir Belengkong. Total lahan yang terbakar seluas lima hektare.

BPBD Kabupaten Paser melakukan penanganan bersama tim gabungan menggunakan peralatan sederhana, membuat sekat bakar dan mengerahkan water truck.

Selanjutnya, dari Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, dilaporkan karhutla terjadi di dua kecamatan, yaitu Desa Dukuh di Kecamatan Bayat dan Desa Jiwo Wetan di Kecamatan Wedi.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (12/8) pukul 16.00 WIB. Luas lahan yang terbakar mencapai 7,9 hektare.

Selain itu, BPBD Kabupaten Klaten melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan instansi terkait, perangkat desa, relawan, dan warga sekitar untuk melakukan pemadaman. Api telah berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Selain kebakaran hutan dan lahan, kejadian angin puting beliung melanda Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatra Utara, pada Minggu (9/8) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kejadian ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga yang berada di Kelurahan Pinang Mancung dan Teluk Karang, Kecamatan Bajenis.

Berdasarkan laporan BPBD setempat, sedikitnya sembilan kepala keluarga terdampak.

Merespons kejadian tersebut, BPBD Kota Tebing Tinggi bersama relawan dan masyarakat setempat segera melakukan penanganan di lapangan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla.

Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, dan deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman.

Masyarakat juga agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar.

Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera melaporkannya kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif. I

Kirim Komentar