Ini Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 15 September 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan kejadian dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia hingga Selasa (15/9).

Kejadian bencana yang dilaporkan dalam periode tersebut didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di Jawa Timur, karhutla terjadi di Kabupaten Jombang dan Kabupaten Madiun. Di Kabupaten Jombang, kebakaran lahan terjadi di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang pada Minggu (13/9) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kebakaran meluas akibat angin kencang hingga mendekati Gardu Induk PLN, permukiman warga, area pengepul bahan bekas, dan pabrik.

Luas lahan terdampak sekitar tujuh hektare dan satu unit gudang turut terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan. Api berhasil dipadamkan pada Senin (14/9).

Sementara itu, karhutla di Kabupaten Madiun terjadi di Jalan Mangkuprajan, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, pada Minggu (13/9) pukul 16.30 WIB.

Kebakaran berdampak pada sekitar tiga hektare lahan. BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kota Madiun dan Damkar Kota Madiun melakukan asesmen, koordinasi, pemadaman, serta pembasahan dengan menggunakan dua unit water supply. Api berhasil dipadamkan pada Senin (14/9).

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada kawasan Gunung Bromo, yakni di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sejak Kamis (10/9) telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Dilaporkan kebakaran meliputi kawasan Gunung Bromo, Watu Gede dan Jemplang, Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.

Tercatat luas area yang terbakar diperkirakan sekitar 200 hektare.

BPBD Provinsi Jawa Timur melaporkan bahwa meskipun api telah padan namun asap masih terpantau di sejumlah area terdampak.

Tim gabungan terus melakukan pemantauan, penyisiran, dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memunculkan kembali api.

Adapun dukungan Helikopter PK-DAP dijadwalkan untuk melakukan observasi dan apabila kondisi memungkinkan akan dilaksanakan operasi water bombing.

Peristiwa karhutla juga terjadi di Desa Batu Raja, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, pada Minggu (13/9) pukul 14.10 WIT.

Kebakaran lahan perkebunan menyebar dengan cepat akibat angin kencang. Sekitar 4 hektare lahan terdampak akibat kejadian ini.

Tim gabungan yang melibatkan BPBD Kabupaten Halmahera Timur bersama unsur terkait melakukan pemadaman dengan dua unit mobil tangki air dan pemantauan di lokasi.

Pada Senin (14/9), proses pemadaman dan pendinginan selesai dilaksanakan dengan kondisi aman dan terkendali.

Selanjutnya di Sulawesi Barat, karhutla terjadi di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar.

Di Kabupaten Majene, kebakaran terjadi pada Minggu (13/9) pukul 16.30 WITA di Desa Bukit Samang, Kecamatan Sendana dan Desa Pamboborang, Kecamatan Banggae. Luas lahan terdampak sekitar delapan hektare.

BPBD Kabupaten Majene melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan tim gabungan untuk melaksanakan operasi pemadaman darat. Api berhasil dipadamkan pada Senin (14/9).

Di Kabupaten Polewali Mandar, kebakaran lahan di area pegunungan terjadi pada Minggu (13/9) sekitar pukul 18.54 WITA di Dusun Lemo Baru, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang.

Sekitar 20 hektare lahan terdampak. BPBD Kabupaten Polewali Mandar bersama tim gabungan melakukan pemadaman darat. Pada Senin (14/9), seluruh titik api berhasil dipadamkan.

Kemudian, di Sulawesi Tengah, kebakaran terjadi di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 16.00 Wita.

Angin kencang membuat api cepat merambat hingga mendekati permukiman warga.

Sekitar 30 hektare lahan perkebunan dan 30 hektare lahan gambut terbakar, serta satu fasilitas pendidikan terdampak.

BPBD Kabupaten Poso bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman. Pada Senin (14/9), masih terpantau titik api dan api merambat ke Desa Korobono, Kecamatan Pamona Tenggara.

Kejadian serupa juga terjadi di Provinsi Jawa Tengah. Karhutla terjadi di Kabupaten Wonogiri pada Minggu (13/9) pukul 10.15 WIB.

Luas lahan yang terbakar tercatat 16,59 hektare di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro dan Desa Boto, Kecamatan Jatiroto.

Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Hingga Senin (14/9), penanganan karhutla masih dilakukan oleh BPBD bersama tim gabungan.

Karhutla terjadi di Kabupaten Pinrang dan Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Pinrang, kebakaran lahan dan hutan terjadi pada Senin (14/9) pukul 12.30 Wita di Desa Makkawaru, Kecamatan Mattiro Bullu.

Luas lahan yang terbakar sekitar 50 hektare. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada pukul 16.00 Wita.

Sementara itu, di Kota Palopo, kebakaran lahan perkebunan milik tiga warga terjadi pada Senin (14/9) di Jalan Andi Paso, Kelurahan Purangi, Kecamatan Sendana.

Sekitar 2 hektare lahan terbakar, termasuk tiga bidang lahan perkebunan cokelat dan cengkeh.

BPBD Kota Palopo bersama tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan pada pukul 17.10 Wita.

Peristiwa karhutla juga terjadi di perbukitan Perumahan Cemara, Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, pada Senin (14/9) pukul 11.00 WIB.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare. BPBD Kabupaten Mandailing Natal bersama tim gabungan melakukan penyisiran dan pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada pukul 12.30 WIB.

Di Kepulauan Bangka Belitung, karhutla terjadi di Kabupaten Belitung Timur pada Minggu (13/9) pukul 15.41 WIB.

Kejadian berlangsung di wilayah Kecamatan Manggar dan Kecamatan Gantung dengan luas lahan terbakar sekitar 15,9 hektare.

BPBD Kabupaten Belitung Timur berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pemadaman darat di lokasi kejadian.

Pada Senin (14/9), api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan pendinginan.

Di Lampung, karhutla terjadi di Kabupaten Mesuji pada Minggu (13/9) dan berdampak pada wilayah enam kecamatan.

Luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 339,3 hektare, dengan sebaran di Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji Timur, Mesuji, Panca Jaya dan Simpang Pematang. Penyebab kebakaran diduga akibat pembukaan lahan.

BPBD Kabupaten Mesuji melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Pada Senin (14/9), api berhasil dipadamkan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di tengah kondisi lahan yang kering.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Jika melihat titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat setempat atau BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti. I

 

 

 

Kirim Komentar