Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pengkinian data kejadian bencana dan upaya penanganan darurat yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat pada periode Senin (20/4) sampai Selasa (21/4) pukul 07.00 WIB.
Hasil pencatatan ini, dilaporkan bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian di tanah air.
Laporan pertama, peristiwa cuaca ekstrem yang ditandai hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Desa Kakeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Senin (20/4), pukul 15.15 Wita.
Sebanyak 12 unit rumah mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang, dengan rincian 11 unit rumah rusak ringan dan terdapat 1 unit rumah alami rusak berat.
Kejadian ini membuat satu keluarga mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat bersama perangkat desa hingga kini masih terus berupaya penanganan darurat.
Peristiwa selanjutnya, bencana banjir melanda Kota Semarang, Jawa Tengah sejak Minggu (19/4) sore hari waktu setempat.
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut kemudian menyebabkan debit air sungai naik hingga melimpas ke rumah warga.
Lokasi kejadian ini berada di wilayah Kelurahan Karanganyar Kecamatan Tugu, sebanyak 97 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
BPBD Kota Semarang bersama tim gabungan, telah menuju ke lokasi untuk melakukan pendataan dan pemantauan. Kondisi terkini, banjir dilaporkan sudah surut.
Selanjutnya, beberapa desa di Wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilanda longsor pada Minggu (19/4).
Kejadian tersebut bermula ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang lama.
Desa terdampak antara lain Desa Cintamanik Kecamatan Kecamatan Cigudeg, Desa Cinangka Kecamatan Ciampea, Desa Pagersari Kecamatan Jasinga, Desa Sukadamai Kecamatan Dramaga, dan Desa Pasir Angin Kecamatan Megamendung.
Selain itu, Desa Cijayanti Kecamatan Babakan Madang, Desa Ciawi Kecamatan Ciawi, Desa Cemplang Kecamatan Cibungbulang, Desa Cimanggis Kecamatan Bojong Gede, dan Desa Ciomas, Sukamakmur, Pagelaran di Kecamatan Ciomas.
Berdasarkan hasil kajicepat yang dilakukan BPBD Kabupaten Bogor, 16 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi antara lain 3 unit rumah rusak ringan, 9 unit rumah rusak sedang dan 4 unit rumah rusak berat.
Peristiwa ini juga membuat 28 warga Desa Cijayanti dan 3 warga Desa Cemplang mengungsi ke tempat lebih aman. Selain itu, lima akses jalan dan satu unit jembatan juga terdampak kejadian ini.
Sampai saat ini, BPBD Kabupaten Bogor masih melakukan penanganan bersama masyarakat dengan fokus pembersihan material longsor.
Merujuk perkiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), untuk dua hari ke depan hampir di seluruh wilayah di Indonesia masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
BNPB mengimbau dengan masih sering terjadinya bencana hidrometeorologi basah dan adanya potensi curah hujan tinggi dalam dua hari ke depan.
Diharapkan seluruh pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah yang mungkin terjadi.
Sebagai langkah antisipasi dari dampak angin kencang, warga diimbau memperkuat atap rumah dan tetap berada di dalam rumah ketika ada tanda – tanda yang merujuk dengan perubahan kondisi cuaca.
Bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diharapkan senantiasa melakukan pengecekan kondisi tanggul dan aliran sungai untuk mengantisipasi potensi meluapnya debit air.
Selain itu, bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk rutin memperhatikan kondisi lereng ataupun tebing di sekitar rumahnya, jika terdapat retakan harap melaporkan kepada petugas yang berwenang untuk dilakukan penanganan. I
