Ini Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 24 Agustus 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana pada periode Minggu hingga Senin, 23 – 24 Agustus 2026.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dan terus ditangani melalui operasi darat maupun udara.

Selain karhutla, BNPB juga mencatat kejadian kekeringan yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Sejumlah kejadian karhutla dilaporkan dari berbagai wilayah dengan luasan dan kondisi penanganan yang beragam.

Di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, kebakaran terjadi pada Sabtu (22/8) di Jalan Trans Barelang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 35 hektare.

BPBD Provinsi Kepulauan Riau bersama tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Damkar dan masyarakat mengerahkan sejumlah mobil damkar untuk melakukan pemadaman darat.

Berdasarkan laporan pada Minggu (23/8), api berhasil dipadamkan.

Kondisi serupa juga dilaporkan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Titik api terpantau pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 18.00 WIB di Bukit Sitalmak Talmak, Desa Dolok Raja, Kecamatan Harian.

Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare. BPBD bersama tim gabungan, pemerintah desa dan masyarakat melakukan pemadaman darat. Api dilaporkan telah padam pada Minggu (23/8).

Sementara itu, karhutla dengan cakupan wilayah yang lebih luas terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Karhutla dilaporkan terjadi sejak 18 Juli hingga 23 Agustus 2026 di tujuh distrik, yakni Distrik Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, dan Yaur.

Kebakaran dipicu kondisi cuaca panas, angin kencang, serta banyaknya semak dan ilalang kering.

Berdasarkan pendataan yang dihimpun oleh BPBD Kabupaten Nabire, sekitar 396,13 hektare lahan terbakar dan empat kepala keluarga terdampak.

Hingga Minggu (23/8), sebagian titik api masih belum dapat dipadamkan karena tidak dapat dijangkau armada pemadam kebakaran.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan dukungan lebih lanjut berupa water bombing dan tambahan armada pemadam untuk menangani area yang sulit dijangkau dengan penanganan darat.

Di wilayah Kalimantan Timur, karhutla juga terjadi di Kabupaten Kutai Barat pada Minggu (23/8) sekitar pukul 11.50 Wita.

Kebakaran terjadi di Desa Kinong, Kecamatan Damai, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare.

BPBD Kabupaten Kutai Barat bersama unsur terkait melakukan asesmen dan pemadaman darat. Api telah berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Penanganan serupa dilakukan di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Kebakaran terjadi di Desa Dakaino, Kecamatan Wasile Timur, dengan luas lahan terdampak sekitar 3,5 hektare.

Tim TRC BPBD Kabupaten Halmahera Timur melakukan pemadaman dengan dukungan satu unit water truck milik unsur terkait. Api berhasil dipadamkan.

Sementara itu, di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kebakaran terjadi pada Minggu (23/8) sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan hutan jati Gunung Bungkuk, Desa Bungkuk, Kecamatan Parang.

Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai tujuh hektare.

BPBD Kabupaten Magetan bersama Destana Desa Bungkuk melakukan penanganan menggunakan peralatan manual dengan dukungan TNI, Polri, PMI, pemerintah desa dan masyarakat. Api berhasil dipadamkan pada pukul 19.50 WIB.

Di Provinsi Aceh, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Aceh Besar, tepatnya di Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, dan Gampong Data Makmur, Kecamatan Blang Bintang.

Total lahan terbakar diperkirakan mencapai 11 hektare.

BPBD Kabupaten Aceh Besar mengerahkan empat unit armada pemadam dengan 20 personel untuk melakukan penanganan di kedua lokasi.

Api di Lamtamot berhasil dipadamkan pukul 16.30 WIB, sedangkan api di Data Makmur padam pukul 23.35 WIB.

Selain karhutla, BNPB juga mencatat kejadian kekeringan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kondisi tersebut dipicu menurunnya intensitas hujan yang menyebabkan sumber air bersih warga tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Sebanyak 10.364 jiwa terdampak di Desa Sumberagung dan Sitiarjo, Kecamatan Sumawe; Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, serta Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, BPBD Kabupaten Malang bersama PMI dan unsur terkait terus mendistribusikan air bersih.

Pada 23 Agustus 2026, sebanyak 20.000 liter air bersih didistribusikan.

Secara kumulatif, sejak 8 hingga 23 Agustus 2026 telah disalurkan 363.800 liter air bersih kepada masyarakat terdampak. I

 

Kirim Komentar