Jateng Miliki 14 Titik Sekolah Rakyat yang Beroperasi

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional IV Kalimantan, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 titik di antaranya merupakan Sekolah Rakyat di Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur mengatakan, 14 titik sekolah rakyat yang ada di Jawa Tengah tersebar di 13 kabupaten/kota.

Sekolah tersebut merupakan sekolah rakyat rintisan yang sudah operasional sejak Juli, Agustus, dan September 2025.

Total ada 1.275 anak didik yang sekolah di 14 titik Sekolah Rakyat tersebut. Terdiri atas tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sekolah tersebut di antaranya  berada di Pati, Banyumas, Temanggung, Wonosobo, Sragen, Jepara, dan Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Surakarta, Banjarnegara, Kebumen, dan Blora.

Alhamdulillah, dari 1.275 anak itu diasramakan, dan semua betah,” kata Imam.

Selain ke-14 titik Sekolah Rakyat yang sudah ada tersebut, Provinsi Jateng berupaya menambah jumlah sekolah rakyat pada tahun 2026, dengan berkolaborasi bersama pemerintah kabupaten/kota.

Setidaknya, akan ada empat kabupaten yang akan dibangun sekolah rakyat tersebut pada 2026, meliputi Cilacap, Brebes, Sukoharjo, dan Rembang. Keempatnya akan mulai menerima anak didik pada tahun ajaran 2026/2027.

Imam menjelaskan, sesuai instruksi Gubernur Ahmad Luthfi, melalui program Sekolah Rakyat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng melakukan intervensi program kepada keluarga siswa.

“Jadi pemerintah tidak hanya menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin Desil 1 dan Desil 2, tetapi juga memberikan bantuan untuk memberdayakan keluarganya,” tuturnya.

Dia mencontohkan, ada keluarga dari siswa tersebut rumahnya tidak layak, maka akan diperbaiki.

Mengenai yang belum berlistrik akan difasilitasi agar punya listrik, lanjutnya, yang belum terakses air bersih, jamban dan sebagainya, juga akan difasilitasi.

“Jadi anak – anaknya disekolahkan, keluarganya diberdayakan. Kami dari Dinsos juga akan memberikan usaha ekonomi produktif, untuk membangkitkan keluarga agar bisa berdaya,” ungkap Imam.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat di Jateng sangat tepat untuk mengurangi angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

Di Jateng, sudah ada 14 titik rintisan sekolah rakyat yang tersebar di 13 kabupaten/kota, ditambah sekolah milik Pemprov Jateng, yaitu SMK Jateng di Semarang, Pati dan Purbalingga.

“Ini bukti hadirnya negara untuk menyejahterakan masyarakat. Tujuannya di Jawa Tengah sangat pas sekali, satu sisi kita mereduksi angka miskin ekstrem, di sisi lain mengembangkan  sekolah vokasi, karena di Jawa Tengah itu kita proyeksikan investasi padat karya,” ungkapnya.

Sistem boarding school yang diterapkan di Sekolah Rakyat juga penting untuk memberikan pendidikan moral, perilaku dan mental.

Kebiasaan hidup mandiri di asrama dan kedisiplinan, menjadi landasan untuk membentuk mental kepribadian masing – masing anak. I

Kirim Komentar