Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak meminta layanan kesehatan haji di Madinah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua.
Hal ini disampaikan saat meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, baru – baru ini.
Dia mengatakan, jemaah gelombang kedua perlu mendapatkan perhatian khusus karena mereka tiba di Madinah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Makkah dan Armuzna.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuat jemaah mengalami kelelahan fisik yang cukup tinggi.
“Hati – hati, ini gelombang kedua. Mereka pasti sudah capek di sana, sudah berat. Apalagi setelah puncak haji, kemudian nanti kembali ke sini, ada yang menjalankan arbain dan aktivitas lainnya. Itu bisa akumulatif,” ujar Wamenhaj di KKHI Madinah.
Dia menambahkan, petugas kesehatan haji harus aktif melakukan pemantauan, tidak hanya menunggu jemaah datang ke layanan kesehatan.
Wamenhaj meminta petugas KKHI Madinah dan tim kesehatan di sektor memperkuat koordinasi agar kondisi jemaah dapat terpantau sejak awal.
“Harus standby dan harus aktif. Selain layanan di sini, tim visitasi ke sektor juga harus berjalan,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenhaj juga meninjau kesiapan layanan, ketersediaan obat dan dukungan distribusi kebutuhan kesehatan untuk sektor-sektor di Madinah.
Dia menegaskan, layanan kesehatan harus hadir cepat, responsif dan menjangkau jemaah, terutama lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan.
“Pastikan kebutuhan layanan di sini siap, termasuk obat – obatan dan distribusi ke sektor. Jemaah harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan baik,” tutur Wamenhaj.
Dia juga mengapresiasi petugas kesehatan haji yang terus bersiaga melayani jemaah selama masa operasional haji dan meminta seluruh petugas menjaga stamina, serta terus bekerja dengan semangat pelayanan.
“Kami berterima kasih kepada seluruh petugas kesehatan haji. Tetap jaga kesehatan, tetap siaga dan berikan layanan terbaik untuk jemaah kita,” ungkapnya.
Kemenhaj memastikan penguatan layanan kesehatan di Madinah menjadi bagian penting dalam Fase Pasca-Armuzna dan pergerakan jemaah haji Gelombang II.
Selain pelayanan di KKHI, pemantauan kesehatan juga dilakukan melalui sektor dan tim visitasi agar jemaah tetap aman dan terlindungi selama menjalani ibadah di Madinah hingga kembali ke tanah air. I
