Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners dan Dukung Pencarian ABK Hilang Pascatenggelam MV Khatulistiwa 8 di Perairan Tuban

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyampaikan laporan terkait kecelakaan kapal MV Khatulistiwa 8 yang mengalami tubrukan dengan Tongkang yang digandeng TB Berkat Bahari di perairan Tuban, Jawa Timur pada Rabu (7/9/2026) malam.

Dari total 18 orang awak kapal termasuk nakhoda, sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh TB Amazon Harbour dan selanjutnya dibawa ke Terminal Khusus PT Semen Indonesia (SIG) Tuban.

Sementara itu, 1 orang awak kapal yang menjabat sebagai Mualim I, atas nama Mayan Petter Saba hingga saat ini masih dalam pencarian.

MV Khatulistiwa 8 merupakan kapal barang berbendera Indonesia yang mengangkut 1.850 ton semen dalam kemasan pollyslings dengan rute dari Terminal Khusus PT Semen Indonesia (SIG) Tuban menuju Sampit, Kalimantan Tengah.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis, Capt. Subuh Fakkurochman menyatakan, berdasarkan laporan awal yang diterima, kecelakaan terjadi di sekitar 9 mil laut dari Terminal Khusus PT Semen Indonesia (SIG) Tuban, pada posisi 06°39’210″ LS / 111°57’354″ BT.

MV Khatulistiwa 8 bertolak dari Terminal Khusus PT SIG Tuban pada pukul 17.30 WIB menuju Sampit.

“Sekitar pukul 21.37 WIB, pihak agen menerima informasi dari Kepala Kamar Mesin MV Khatulistiwa 8 bahwa kapal menubruk Tongkang yang digandeng TB Berkat Bahari bermuatan pasir di perairan Tuban. Setelah kejadian tersebut, kapal mengalami kebocoran pada bagian lambung depan,” jelas Capt. Subuh.

Informasi mengenai kondisi kapal kemudian diterima oleh VTS Surabaya dan disiarkan melalui radio maritim Channel 16.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Syahbandar berkoordinasi dengan pihak Terminal Khusus TPPI (PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama) dan Terminal Khusus PPN (Pertamina Patra Niaga) Tuban untuk melakukan upaya pertolongan dan evakuasi.

Pada sekitar pukul 22.15 WIB, kapal TB Amazon Harbour dan TB Multi Progres bergerak menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi MV Khatulistiwa 8.

“Pada pukul 23.07 WIB, sebanyak 17 orang awak kapal, termasuk Nakhoda, berhasil dievakuasi dan diselamatkan oleh TB Amazon Harbour untuk kemudian dibawa ke Terminal Khusus PT SIG Tuban. Satu orang awak kapal, yaitu Mualim I atas nama Mayan Petter Saba, masih belum ditemukan dan saat ini dalam pencarian,” jelas Capt. Subuh.

Sekitar pukul 23.45 WIB, MV Khatulistiwa 8 mengalami kemiringan dan kemudian tenggelam.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, KSOP Kelas III Tanjung Pakis bersama unsur terkait melakukan koordinasi dengan Basarnas Brondong untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap satu orang awak kapal yang masih hilang.

KSOP Kelas III Tanjung Pakis juga telah menerbitkan Notice to Mariners sebagai pemberitahuan kepada pengguna jasa pelayaran terkait keberadaan kapal yang tenggelam di lokasi kejadian.

Capt. Subuh mengungkapkan, dalam penanganan awal, Kapal Patroli KNP 485 dikerahkan untuk mendukung kegiatan pencarian bersama unsur Basarnas Brondong.

Selain itu, KSOP juga melakukan pendataan dan pengumpulan informasi dari para saksi serta berkoordinasi dengan pemilik/operator kapal untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait kecelakaan.

“Untuk kondisi muatan, berdasarkan laporan awal, muatan kapal ikut tenggelam bersama kapal. Kondisi terkait potensi pencemaran maupun dampak terhadap lingkungan masih dalam proses pemantauan dan pendataan oleh pihak terkait,” ungkapnya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan koordinasi penanganan kecelakaan terus dilakukan antara KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Basarnas, VTS Surabaya dan unsur terkait lainnya.

“Prioritas kami saat ini adalah pencarian terhadap satu awak kapal yang masih belum ditemukan, memastikan keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait. Proses investigasi, serta pengumpulan informasi mengenai penyebab kecelakaan juga terus dilakukan,” tutur Capt. Subuh. I

Kirim Komentar