Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Suyudi Ario Seto bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.
Audiensi tersebut membahas penguatan sinergi lintas Kementerian/Lembaga (K/L) dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sebagai langkah bersama melindungi generasi muda Indonesia dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNN yang didampingi oleh Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Plt Deputi Pencegahan, Plt Deputi Rehabilitasi, Direktur Hukum Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama, serta Adminkes Madya Deputi Bidang Rehabilitasi mengatakan berbagai strategi penguatan P4GN yang tengah dijalankan BNN.
Salah satunya melalui Gerakan Nasional ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika) yang mengedepankan pendekatan preventif, edukatif dan humanis dengan melibatkan keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, serta pemanfaatan ruang digital agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak usia dini.
Kepala BNN juga menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Nasional Prevalensi Penyalahgunaan Narkotika Tahun 2025, angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia mencapai 2,11% atau sekitar 4,15 juta jiwa.
Selain itu, BNN menyoroti masih adanya stigma terhadap penyalah guna narkotika yang menyebabkan sebagian masyarakat enggan menjalani rehabilitasi.
Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi melalui penguatan kolaborasi lintas sektor agar upaya pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan dapat berjalan secara terpadu.
Lebih lanjut, Kepala BNN memaparkan sejumlah bentuk sinergi yang telah dibangun bersama kementerian/lembaga di antaranya penguatan Program ANANDA BERSINAR bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pemanfaatan data kelompok rentan bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Selain itu, pengembangan Program Pesantren Bersinar bersama Kementerian Agama dan penguatan Program Desa/Kelurahan Bersinar bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari transformasi pendekatan P4GN yang semakin terintegrasi dan berorientasi pada pencegahan.
Pertemuan juga membahas perkembangan modus penyalahgunaan narkotika yang semakin kompleks, termasuk penyalahgunaan narkotika melalui vape atau rokok elektrik.
Menyikapi hal tersebut, Menko PMK menyatakan kesiapan Kemenko PMK untuk mengoordinasikan penguatan sinergi lintas kementerian/lembaga, termasuk pembahasan kebijakan terkait pengaturan vape.
Menutup audiensi, Menko PMK menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan BNN dalam memperkuat implementasi P4GN, baik melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga maupun pelaksanaan kegiatan edukasi di berbagai daerah.
Sinergi yang semakin solid diharapkan mampu memperkuat perlindungan terhadap generasi muda, sehingga tercipta masyarakat Indonesia yang sehat, berkarakter, produktif dan bersinar (Bersih Narkoba). I
