Kemenpar Perluas Pasar Wisman Taiwan

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat penetrasi pasar wisatawan mancanegara (wisman) Taiwan melalui penyelenggaraan Wonderful Indonesia Sales Mission di Taipei, Taiwan pada 2 September 2026.

Kegiatan tersebut mempertemukan industri pariwisata Indonesia dan mitra bisnis Taiwan, serta memperluas promosi destinasi Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan, sales mission tersebut menjadi salah satu langkah Kemenpar untuk memperluas jejaring bisnis pariwisata Indonesia di Taiwan melalui pertemuan Business to Business (B2B) antara pelaku industri kedua negara.

“Selain memperkuat promosi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kepercayaan dan reputasi terhadap Wonderful Indonesia, memperkuat citra positif dan daya saing dengan destinasi kompetitor, serta menghasilkan kesepakatan dan nilai transaksi penjualan (real pax) maupun potensi kerja sama berkelanjutan antara para pelaku industri pariwisata Indonesia dan Taiwan,” katanya.

Wonderful Indonesia Sales Mission di Taipei merupakan program kolaborasi Kemenpar bersama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) dan STARLUX Airlines.

Sebanyak 21 pelaku industri pariwisata Indonesia yang terdiri atas travel agent/tour operator, Destination Management Company (DMC) dan penyedia akomodasi hadir menawarkan produk, serta paket wisata Indonesia kepada lebih dari 49 buyers dari Taiwan.

Rangkaian kegiatan menghadirkan table top meeting dan networking session yang mempertemukan sellers Indonesia dengan buyers Taiwan untuk membuka peluang transaksi, sekaligus membangun kerja sama bisnis pariwisata secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Kemenpar dan KDEI Taipei mempromosikan sejumlah destinasi seperti Bali, Jakarta, Yogyakarta, Pasuruan di Jawa Timur, Surabaya, dan Labuan Bajo.

Berbagai produk wisata minat khusus yang sesuai dengan karakteristik pasar Taiwan juga turut diperkenalkan.

Made menjelaskan, sales mission tersebut sekaligus menjadi sarana mengenalkan program unggulan Kemenpar dalam pengembangan quality tourism melalui promosi wisata bahari (marine tourism), wisata kebugaran (wellness tourism), wisata gastronomi (gastronomy tourism), dan eksplorasi kekayaan budaya dan alam Indonesia.

“Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia,” ungkap Made.

Taiwan merupakan salah satu pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia pada Januari – Juni 2026 mencapai 108.989 kunjungan dan menempatkan Taiwan pada urutan ke-13 negara penyumbang wisatawan ke Indonesia.

Potensi pasar tersebut masih terbuka lebar seiring tingginya minat masyarakat Taiwan melakukan perjalanan ke luar negeri.

Pada Januari – Juni 2026, Taiwan mencatat lebih dari 12,6 juta outbound travellers atau tumbuh 16,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan hampir seluruh perjalanan tersebut dilakukan ke kawasan Asia.

Namun, wisatawan mancanegara (wisman) dari Taiwan yang berkunjung ke Indonesia masih kurang dari 1% dari total perjalanan outbound Taiwan ke Asia.

Sebagai perbandingan, pada periode yang sama Jepang menerima sekitar 4,6 juta wisatawan Taiwan, Mainland China sekitar 2,1 juta, Korea Selatan 1,4 juta, Vietnam 706.000, dan Tailan 645.687 wisatawan.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang bagi Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasar wisatawan Taiwan, terutama dengan memperluas pilihan destinasi dan produk wisata yang sesuai dengan karakteristik perjalanan wisatawan dari negara tersebut.

Peluang itu semakin terbuka dengan penguatan konektivitas udara antara Indonesia dan Taiwan. STARLUX Airlines selaku mitra kolaborasi akan membuka penerbangan langsung Taipei – Denpasar mulai 1 Oktober 2026 dengan frekuensi lima kali per pekan, yakni setiap Senin, Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu.

“Konektivitas baru tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan Taiwan untuk menjelajahi Indonesia, tidak hanya Bali, tetapi juga berbagai destinasi lainnya sesuai dengan karakteristik dan tren perjalanan wisman Taiwan,” tutur Made.

Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo menyatakan, Taiwan merupakan pasar yang sangat potensial bagi pariwisata Indonesia.

Tingginya minat masyarakat Taiwan melakukan perjalanan ke luar negeri dan semakin baiknya konektivitas udara, lanjutnya, memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperbesar pangsa pasar pariwisata di Taiwan.

Menurut Arif, kolaborasi antara Kemenpar, KDEI Taipei, maskapai penerbangan, asosiasi, travel agent, tour operator, hotel, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar potensi tersebut dapat dikonversi menjadi peningkatan nyata kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia.

“Oleh karena itu, kita perlu memperkuat promosi, memperluas kerja sama B2B dan menawarkan lebih banyak destinasi Indonesia di luar Bali,” kata Arif.

Adapun industri pariwisata Indonesia yang terlibat dalam sales mission kali ini meliputi ARSAwisata Tours, Panorama Destination, Floressa Bali Tours, Java Traveller Indonesia, Bali Megah Wisata (BMW), TJTS-Bali, PT Anugerahjaya Sukses Lestari, Travel Hangar, PT Yorker Holidays DMC, Elior Tour, Monas Tours & Travel, STAT Indonesia Tours, The Saku Travel, dan Zada Liveaboard.

Sementara itu, dari sektor akomodasi hadir Impiana Private Villas Seminyak, Louvre Hotels Group South East Asia, Hotel Kimaya Sudirman Yogyakarta by HARRIS, Hotel MaxOne Ubud, Tijili Benoa Hotel, PHM Hotels, dan Lereng Bromo Hotel. I

Kirim Komentar