Kementan Jadikan Indonesia Superpower Pangan Dunia

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bertekad menjadikan Indonesia sebagai superpower pangan dunia, dengan mengajak seluruh elemen bangsa bersatu memperkuat ketahanan nasional demi masa depan yang mandiri, maju dan berkelanjutan.

“Kita ingin ribuan tahun ke depan ini Republik (Indonesia), bertahan dan dalam waktu singkat Indonesia superpower,” katanya di sela meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog Marga Taufiq di Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurutnya, Indonesia kini berada dalam kondisi kuat dengan ketahanan pada sektor air, pangan, termasuk energi dan protein.

Dia menilai, Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara kuat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang visioner, karena mampu mengarahkan pembangunan menuju kemandirian dan ketahanan di berbagai sektor strategis termasuk pangan dan energi.

Meski demikian, Mentan mengingatkan adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia mandiri.

Dia menduga bisa saja berasal dari kelompok tertentu yang memiliki kepentingan, termasuk dugaan praktik mafia.

Pihak tersebut, menurutnya, bisa saja berorientasi pada kepentingan negara lain dan merasa diuntungkan jika Indonesia mengalami kesulitan, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan ke depan.

Namun demikian, Mentan memastikan kondisi saat ini menunjukkan kemajuan signifikan.

Ketersediaan pangan dinilai aman, kebutuhan protein tercukupi dan sektor energi menunjukkan tren positif dengan pengurangan ketergantungan impor nasional.

Dia juga menyampaikan ekspor meningkat dan kesejahteraan petani disebut sebagai yang tertinggi sejak Indonesia merdeka, sekaligus menjadi indikator keberhasilan pembangunan sektor pertanian nasional saat ini.

Mentan mengajak masyarakat untuk bersyukur atas capaian tersebut dan menilai kondisi ini merupakan momentum penting yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia.

Sebagai contoh, produksi di Sulawesi Selatan meningkat signifikan dari sebelumnya sekitar 300.000 ton menjadi 761.000 ton atau meningkat lebih dari dua kali lipat dalam periode terakhir.

Secara nasional, stok beras saat ini mencapai 4,5 juta ton. Dalam 20 hari ke depan diproyeksikan meningkat menjadi 5 juta ton, bahkan berpotensi mencapai 6 juta ton dalam dua bulan mendatang.

Dia membandingkan kondisi ini dengan tahun – tahun sebelumnya dan stok pada periode yang sama hanya sekitar 1,5 juta ton. Artinya, terjadi peningkatan hingga tiga kali lipat atau sekitar 200 persen.

Mentan mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan menjaga Indonesia dan menekankan negara ini milik bersama dan membutuhkan kerja sama seluruh pihak demi keberlanjutan pembangunan nasional.

Dia juga mengingatkan kritik merupakan bagian dari demokrasi, tapi setiap warga negara memiliki peluang berkontribusi lebih besar di masa depan, termasuk menjadi bagian dari pemerintahan.

Mentan juga mengajak masyarakat menjaga keberlangsungan Republik Indonesia dan optimistis dengan kebersamaan, Indonesia dapat menjadi negara maju bahkan berpotensi menjadi kekuatan besar dunia. I

 

 

Kirim Komentar