Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memfasilitasi pemulihan usaha bagi para pengusaha UMKM terdampak bencana di Sumatra Barat dan Sumatra Utara melalui program terintegrasi yang mencakup penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, serta kemudahan akses pembiayaan.
Program yang diselenggarakan melalui Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM tersebut melibatkan 638 pengusaha UMKM di Sumatra Barat dan 270 pengusaha UMKM di Sumatra Utara.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana berjalan secara berkelanjutan.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik menegaskan bahwa pemulihan tidak cukup hanya dengan mengembalikan aktivitas usaha, seperti sebelum bencana, tetapi juga perlu meningkatkan kemampuan pengusaha UMKM dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang ekonomi.
“Pemulihan UMKM terdampak bencana di Sumatra kami lakukan secara terintegrasi melalui penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar dan kemudahan akses pembiayaan,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta.
Menurut Riza, pendekatan tersebut diperlukan agar pengusaha UMKM tidak hanya mampu mempertahankan keberlangsungan usaha, tetapi juga memiliki fondasi bisnis yang lebih tangguh, adaptif dan berdaya saing.
Oleh karena itu, Kementerian UMKM turut mengoptimalkan ekosistem kewirausahaan daerah, termasuk pemanfaatan sarana pendukung dan layanan digital yang memudahkan pengusaha memperoleh informasi serta pendampingan usaha.
“Program pemulihan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus membangun ketahanan usaha. Kami juga mengoptimalkan layanan SAPA UMKM sebagai pintu akses utama bagi wirausaha untuk memperoleh informasi, pendampingan dan berbagai fasilitasi pengembangan usaha,” tuturnya.
Di Sumatra Barat, program pemulihan dilaksanakan di Bukittinggi, dengan melibatkan 638 pengusaha UMKM melalui tiga pilar utama, yakni Kemudahan Akses Pembiayaan Wirausaha bagi 219 UMKM, Peningkatan Kapasitas Wirausaha bagi 255 UMKM, serta Peningkatan Akses Pasar Wirausaha bagi 164 UMKM.
Pengusaha UMKM tersebut datang dari beragam lokasi, seperti Kabupaten Agam 304 UMKM, Kabupaten Pasaman 124 UMKM, Kabupaten Pasaman Barat 123 UMKM, dan Kabupaten Lima Puluh Kota 87 UMKM.
Melalui ketiga pilar tersebut, peserta memperoleh pelatihan pola pikir kewirausahaan, peningkatan ketangguhan usaha, penguatan kemampuan adaptasi dan digitalisasi hingga strategi optimalisasi transaksi melalui Katalog Elektronik serta fasilitasi inkubasi bisnis.
Pendampingan ini dirancang untuk membantu pengusaha UMKM menata kembali kegiatan produksi, meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas setelah menghadapi gangguan akibat bencana.
Sementara itu, program pemulihan di Sumatra Utara melibatkan 270 pengusaha UMKM terdampak bencana yang berasal dari tiga daerah, yakni 86 UMKM dari Kota Padangsidimpuan, 84 UMKM dari Kabupaten Mandailing Natal, dan 100 UMKM dari Kabupaten Tapanuli Selatan.
Partisipasi pengusaha UMKM dari ketiga daerah tersebut mencerminkan semangat masyarakat untuk kembali menjalankan kegiatan ekonomi, sekaligus memanfaatkan kesempatan pendampingan guna membangun usaha yang lebih tangguh.
Melalui pelaksanaan program di kedua provinsi, Kementerian UMKM berupaya memastikan proses pemulihan tidak berhenti pada bantuan jangka pendek, tetapi berlanjut pada penguatan kapasitas produksi, perluasan jaringan pemasaran dan kesiapan pengusaha UMKM mengakses pembiayaan formal.
Dengan pendekatan tersebut, pengusaha UMKM terdampak bencana diharapkan dapat kembali menjalankan usaha secara produktif, meningkatkan kelayakan akses pembiayaan (bankable) dan mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Pemulihan UMKM, sekaligus menjadi bagian penting dari upaya membangun ketahanan ekonomi masyarakat, menjaga keberlangsungan mata pencaharian dan memastikan potensi kewirausahaan lokal tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan. I
