Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatra Jadi 1.157 Jiwa dan 165 Masih Hilang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Kamis (1/1/2026), korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra mencapai 1.157 jiwa.

“Dari rekapitulasi tiga provinsi menunjukkan angka 1.157 jiwa dan yang paling banyak adalah di Provinsi Aceh, yakni sebanyak 530 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keternagan pers.

Dia menjelaskan, ada perubahan data terjadi setelah proses verifikasi lanjutan di tiga provinsi tersebut dengan jumlah korban meninggal bertambah dari 3 jiwa.

Abdul Muhari menegaskan bahwa dinamika data korban terjadi karena pencocokan berbasis Data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), serta identifikasi ulang oleh tim di lapangan.

Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat jumlah pengungsi menjadi 380.360 jiwa, berkurang secara signifikan seiring dengan kondisi banjir di sejumlah daerah yang mulai surut dan warga berangsur kembali ke rumah masing – masing.

Sampai dengan saat ini, daerah yang telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan secara total ada 23 kabupaten/kota, yakni kabupaten/kota tersebut ada enam Aceh, delapan Sumatra Utara dan sembilan Sumatra Barat.

Daerah yang dalam proses penetapan status transisi darurat ke pemulihan  ada tujuh kabupaten/kota, yakni satu di Aceh, lima Sumatra Utara dan satu di Sumatra Barat.

Mengenai pembangunan hunian sementara (huntara), progres pematokan (31 Desember 2025) relokasi dari Kampung Serempah sebanyak 128 Kepala Keluarga (KK), 26 kopel, dengan lokasi Relokasi di Kampung Kute Gelime Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, dengan targetk siap dalam empat hari kedepan.

Usulan penanganan hunian korban terdampak di Aceh ada empat 12 kabupaten/kota yang mengusulkan pembangunan huntara sudah berproses pembangunan fisik, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Pidie Jaya dan Pidie.

Saat ini, sedang dibangun 600 unit huntara oleh Danantara dan 96 unit oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), ada 198 unit oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang.

Mengenai usulan penanganan hunian korban terdampak di Sumatra Utara, yakni di Tapanuli Utara tengah finishing unit ke-3 dan pemasangan rangka unit ke-4.

Selain itu, pembangunan hunian tetap (huntap) oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Buddha Tzu Chi sudah mulai pembangunan/peletakan batu pertama di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga.

Usulan penanganan hunian korban terdampak di Sumatra Barat adalah di Kabupaten Agam ada 21 unit sudah progres fisik lebih dari50%, di Tanah Datar ada satu kopel progres 60%, di Lima Puluh Kota ada satu 1 kopel progres 67%, dan tiga kopel progres. I

 

Kirim Komentar