Lebih dari 1.600 warga Jakarta mengungsi akibat banjir yang merendam pemukiman akibat hujan deras melanda wilayah Provinsi Daerah Khusus Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1).
Lokasi pengungsi tersebar di beberapa titik. Di wilayah Jakarta Timur tersebar di tiga kelurahan antara lain, dua titik di Kelurahan Cawang, yakni di Mushala Al Islah sebanyak 60 jiwa, dan Saung Lapangan Tenis RW 03 sebanyak 60 jiwa.
Sementara itu, di Kelurahan Bidara Cina titik pengungsi di Aula Kelurahan Bidara Cina sebanyak 107 jiwa, 40 jiwa di Masjid Al abror RW 11 dan 15 jiwa di Gedung SKKT RW 11.
Kemudian, di Kelurahan Kampung Melayu terdapat dua titik, di SDN Kampung Melayu 01 dan 02 sebanyak 250 jiwa, serta Masjid Jami Itihadul Ikhwan 70 jiwa.
Mengenai wilayah Jakarta Barat, titik pengungsian tersebar di empat kelurahan, antara lain Kelurahan Rawa Buaya, yakni di Masjid Baitul Rahman 97 jiwa, Masjid Hidayatussalam 9 jiwa, Mushola Nurul Ikhsan RT 006/01 18 jiwa, Balai Warga RT 09/02 25 jiwa, SDN 02 Rawa buaya 63 jiwa, SDN 03 Rawa buaya 38 jiwa, dan SDN 07 Rawa buaya 230 jiwa.
Selanjutnya, Kelurahan Kembangan Selatan di Kantor JNE Kembangan Selatan 82 jiwa.
Kelurahan Kembangan Utara di Gg. Nurul Muslimin RT 07/01 114 jiwa, Sekretriat Jl. H.Bule RT.008/01 40 jiwa, SDN 01 RT 01/02 16 jiwa, dan Mushola Al – Hidayah RT 06/01 79 jiwa.
Selain itu, terdapat satu titik di Kelurahan Duri Kosambi di Masjid Majlis Al-Falah sebanyak 100 jiwa.
Titik pengungsian terakhir di wilayah Jakarta Utara terdapat di Gang Masjid Nurul Jannah RW.02 Kelurahan Kapuk Muara sebanyak 97 jiwa.
Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta mencatat wilayah terdampak sebanyak 20 kelurahan di enam kecamatan.
Sedikitnya 585 Kepala Keluarga (KK) atau 1.623 jiwa dan 14 ruas jalan terdampak.
Kondisi terkini pada Minggu (25/1) pukul 09.00 WIB, beberapa titik banjir telah surut antara lain dua RT di Keluarahan Cililitan, satu RT di Kembangan Selatan dan dua RT di Kembangan Utara.
Sementara 13 RT di Jakarta Timur dan satu RT Jakarta Utara masih tergenang banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 30 sentimeter (cm) hingga 80 cm.
Terpantau paling tinggi di wilayah Kelurahan Kampung Melayu dengan TMA 80 cm dikarenakan luapan Sungai Ciliwung.
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
Upaya tersebut untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali – tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.
Pemerintah juga memastikan kebutuhan para pengungsi tercukupi dengan menyiapkan kebutuhan dasar baik permakanan, pakaian, sanitasi dan kebutuhan dasar lainnya selama di lokasi pengungsian.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau kondisi banjir yang melanda beberapa wilayah di tanah air.
Hingga 29 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Perlu diwaspadai potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, Provinsi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua.
Masyarakat juga diimbau memperhatikan langkah – langkah keselamatan apabila terjadi genangan atau kenaikan permukaan air.
Segera matikan aliran listrik, pantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan ikuti instruksi pihak berwenang untuk evakuasi jika diperlukan. I
