Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Torasera (Toko Rakyat Serba Ada) Nurja Berkah milik Koperasi Ponpes Nurul Jadid di Paiton, Probolinggo.
Peresmian ini menandai hadirnya Torasera pertama di Pulau Jawa yang digadang-gadang jadi model pengembangan pusat distribusi koperasi desa.
Menurut Pengasuh Ponpes Nurul Jadid Ra Faiz AHZ, program Torasera merupakan bentuk pengembangan (upscale) dari layanan yang sebelumnya telah berjalan.
“Program Torasera ini adalah kelengkapan dari layanan kami. Harapannya kami bisa melayani masyarakat lebih luas, sekaligus menjadi bagian dari program prioritas pemerintah seperti KDMP dan BNKM,” ujarnya.
Dia menambahkan, saat ini sudah ada sekitar 12 KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) yang bermitra dengan Torasera Nurja Berkah.
Secara operasional, kemitraan dilakukan secara bertahap, terutama dalam penyediaan bahan – bahan pokok dan sistem distribusi.
“KDMP yang sudah bermitra nantinya suplai barangnya masuk ke sini. Kami berusaha memberikan harga terbaik dengan dukungan KDMP, terutama untuk kebutuhan pangan yang menjadi prioritas,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Menkop menegaskan bahwa Torasera bukan sekadar gerai ritel biasa.
“Ini bukan gerai. Ini toko rakyat serba ada, Torasera. Fungsinya sebagai pusat distribusi yang akan menyuplai kebutuhan pokok, kebutuhan sehari – hari, hingga barang subsidi ke koperasi desa Kelurahan Merah Putih,” ungkapnya.
Idealnya, satu Torasera dapat bertanggung jawab menyuplai hingga 100 koperasi desa. Di Kabupaten Probolinggo, dari total 168 koperasi desa yang direncanakan, baru 17 yang telah operasional.
Ke depan, Torasera Nurja Berkah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan barang bagi koperasi – koperasi itu.
Selain sebagai pusat distribusi, Torasera juga akan difungsikan sebagai offtaker atau penampung hasil produksi masyarakat, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan hingga produk kerajinan dan kuliner.
“Pesan Presiden jelas, tidak boleh lagi ada produk masyarakat yang tidak terserap pasar,” tegas Menkop.
Dia menyebutkan, Nurja Berkah memiliki aset lahan yang masih bisa dikembangkan menjadi pusat pengolahan dan pergudangan produk masyarakat.
Dengan demikian, Torasera tidak hanya menyalurkan barang dari atas ke bawah, tetapi juga menyerap hasil produksi dari bawah ke atas.
Kementerian Koperasi juga mendorong pelaku UMKM dan pemegang merek lokal, khususnya kalangan milenial dan Gen Z, untuk berani memproduksi barang berbasis bahan baku lokal.
“Silakan produksi barang – barang sendiri dari bahan lokal, lalu kita jual di Torasera ini. Nantinya, kita distribusikan ke gerai – gerai koperasi desa Kelurahan Merah Putih,” jelasnya.
Pemerintah juga berencana mendorong para penerima manfaat bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai untuk secara bertahap menjadi anggota koperasi desa.
Dengan begitu, mereka dapat berbelanja di koperasi sekaligus memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahun.
Menkop menjelaskan, Torasera Nurja Berkah merupakan Torasera rintisan kedua setelah sebelumnya diresmikan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dan merupakan yang pertama di Pulau Jawa.
Ke depan, Torasera diharapkan hadir di setiap kabupaten/kota. Secara nasional, pemerintah tengah membangun sekitar 30.000 koperasi desa Kelurahan Merah Putih yang ditargetkan selesai pembangunan fisiknya pada April mendatang dan siap beroperasi.
“Torasera ini bagian yang tidak terpisahkan dari operasionalisasi koperasi desa. Pasokan dan suplai barang harus dipersiapkan. Idealnya, KDMP di sekitar Torasera menyuplai dan mengambil barang dari sini, apalagi jika harganya lebih murah,” ujarnya.
Melalui sistem distribusi terintegrasi ini, pemerintah berharap distribusi bahan pokok, seperti minyak goreng dan beras dapat langsung menjangkau desa melalui koperasi desa.
Skema tersebut dinilai penting untuk pengendalian inflasi, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri, ketika harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.
“Dengan infrastruktur seperti ini, mekanisme harga bisa lebih terkendali. Kalau sebelumnya tidak ada instrumen di bawah, harga bisa dimainkan oleh spekulan di tengah,” tutur Menkop.
Peresmian Torasera Nurja Berkah di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid ini diharapkan menjadi tonggak penguatan ekosistem koperasi desa, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pesantren di Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya. I
