Pastikan Kualitas Layanan Taman Safari Bali Tetap Prima Pascalebaran

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Bali untuk memastikan secara langsung kelancaran operasional dan kualitas pelayanan di destinasi Taman Safari Bali pascalibur panjang Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026.

Dia menegaskan, pentingnya menjaga standar amenitas dan kenyamanan fasilitas bagi wisatawan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing destinasi pariwisata nasional.

“Kami ingin memastikan seluruh amenitas dalam kondisi bersih, fasilitas nyaman dan layanan berjalan optimal. Hasil peninjauan menunjukkan impresi yang sangat baik,” ujarnya usai visitasi Taman Safari Bali di Bali.

Taman Safari Bali dipilih sebagai lokasi peninjauan karena merupakan salah satu destinasi ikonik yang mengintegrasikan edukasi dan rekreasi.

Destinasi ini menampilkan lebih dari 9.000 satwa dari sekitar 300 spesies dari berbagai negara dan dilengkapi beragam atraksi wisata yang mendukung konsep pariwisata berkelanjutan.

Setibanya di lokasi, Menpar mengawali kunjungan melalui Terminal Utama untuk mengikuti Safari Journey menggunakan shuttle bus khusus.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan di Terminal Toraja guna melihat langsung berbagai aspek pelayanan.

Dalam kunjungan tersebut, Menpar meninjau kebersihan dan kelayakan fasilitas umum seperti toilet dan toko suvenir, memastikan standar layanan kesehatan di klinik, serta berdialog langsung dengan wisatawan untuk memperoleh masukan terkait kenyamanan selama berwisata.

Menpar juga menyampaikan walaupun di tengah dinamika geopolitik global, termasuk situasi ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada pembatalan sejumlah penumpang ke Bali dari maskapai Timur Tengah.

Namun, kedatangan ke Bali tetap tumbuh 3,5% dibandingkan Lebaran tahun lalu dari 450.900 pada tahun 2025 menjadi 466.700 pada tahun 2026, atau meningkat sebesar 15.800.

Kenaikan ini turut didukung oleh momentum libur Nyepi yang berdekatan dengan Lebaran 2026, sehingga menambah daya tarik dan memberikan waktu libur yang lebih panjang bagi wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, okupansi hotel menunjukkan kinerja yang positif, sebesar 60% hingga 65% atau naik 5%.

Dengan dinobatkannya sebagai The Travelers’ Choice Awards: World’s Best of the Best Destination 2026 by TripAdvisor, menunjukkan citra dan resiliensi Bali tetap kuat.

“Indonesia, khususnya Bali, tetap menjadi destinasi yang aman dan nyaman bagi wisatawan,” ungkapnya.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Taman Safari Indonesia (TSI) Group Hans Manansang mengapresiasi perhatian Menpar terhadap kualitas layanan destinasi.

Dia mengatakan, selama high season, Taman Safari Bali mencatat kunjungan sekitar 4.000 wisatawan per hari yang didominasi wisatawan nusantara, sedangkan pada hari biasa mencapai sekitar 1.500 wisatawan.

Hans juga menyoroti bahwa kondisi global turut mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara.

Namun demikian, dia menambahkan, manajemen TSI optimistis pemulihan akan terus berlangsung dengan strategi penguatan pasar dari kawasan Oceania, Pasifik dan Australia.

“Kami optimistis kinerja pariwisata akan terus membaik, baik untuk Bali maupun Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menpar dan menilai momentum libur Nyepi dan Lebaran 2026 memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan nusantara.

Dia menambahkan, target kunjungan wisatawan ke Bali tetap dipertahankan sebesar 6,9 juta wisatawan pada tahun ini dengan tren positif selama periode libur diharapkan dapat berlanjut pada bulan – bulan berikutnya, meskipun memasuki low season.

“Selama liburan ini, kunjungan wisatawan nusantara meningkat signifikan. Ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan sektor pariwisata Bali ke depan,” kata Wayan.

Turut mendampingi Menpar Widiyanti dalam kunjungan tersebut Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Hariyanto. I

Kirim Komentar