Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menerima audiensi jajaran manajemen Lenovo untuk membahas perkembangan investasi, penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan pengembangan teknologi di Indonesia.
“Saya menerima audiensi Lenovo di antaranya karena perusahaan tersebut melihat Indonesia sebagai bagian penting dari rantai pasok global,” katanya usai pertemuan tersebut.
Saat ini, dia menambahkan, Lenovo telah memiliki berbagai fasilitas produksi di Batam yang memproduksi laptop, telepon seluler (ponsel) Motorola dan produk data center.
“Lenovo juga memiliki 18 produk berbasis TKDN dengan capaian sekitar 28% hingga 30% dan menyampaikan rencana pengembangan innovation center untuk meningkatkan nilai tambah dan TKDN di Indonesia,” jelas Wamenperin Riza.
Menurutnya, jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang mengikuti pertemuan ini bersama dengan Lenovo berdiskusi mengenai pengembangan talenta melalui program IC design bersama 16 universitas, termasuk peluang dukungan Lenovo melalui penyediaan peralatan penelitian dan trainer.
Program IC Design atau Integrated Circuit, dalam bahasa Indonesia disebut Sirkuit Terpadu (sering juga disebut sebagai microchip atau chip).
“Dari sisi teknologi data center, Lenovo memperkenalkan Neptune Liquid Cooling yang dapat mengurangi konsumsi energi sekitar 40% hingga 45% dan teknologi warm – water cooling yang sekitar 40% lebih efisien dibandingkan sistem pendinginan udara dan lebih hemat penggunaan air,” tutur Wamenperin Riza.
Teknologi warm – water cooling ini, lanjutnya, telah diterapkan pada beberapa data center pelanggan lenovo di Indonesia, maka dari itu Kemenperin mendorong agar investasi Lenovo terus berkembang, baik melalui peningkatan TKDN, pengembangan talenta maupun penerapan teknologi baru.
“Kami juga membahas peluang pengembangan data center dan kebutuhan energinya, khususnya. Bahkan, kami berharap Lenovo tetap hadir bersama kami dan terus mendukung penguatan industri, serta perekonomian Indonesia,” jelas Wamenperin Riza. I
