Pemerintah Perkuat Stok Cadangan Pangan Indonesia Antisipasi Godzilla El Nino

Fenomena iklim Godzilla El Nino yang diprediksi akan diperkuat dengan adanya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif diperkirakan dapat mengakibatkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan kedua fenomena tersebut kemungkinan terjadi bersamaan mulai April mendatang.

Sebagai antisipasi di sektor pangan, pemerintah memastikan ketahanan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) terus diperkuat.

Dengan kokohnya stok CPP yang mengutamakan penyerapan produksi dalam negeri, tatkala terjadi anomali cuaca, maka program intervensi pangan dapat dijalankan pada kesempatan pertama.

“Adanya prediksi Godzilla El Nino telah menjadi perhatian pemerintah. Kami di Badan Pangan Nasional (Bapanas) sesuai arahan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, memastikan ketahanan stok CPP terus diperkuat agar nanti saat diperlukan, bisa segera disalurkan untuk membantu masyarakat,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan I Gusti Ketut Astawa di Jakarta.

Terkait dengan hal tersebut, dalam laporan Bapanas per 25 Maret 2026, stok pangan pokok strategis yang merupakan CPP dan dikelola oleh BUMN pangan, baik Perum Bulog maupun ID FOOD, masih memadai dengan beras sebagai CPP dengan stok terbesar.

Sementara itu, CPP lainnya juga terus diperkuat, seperti jagung, minyak goreng, gula konsumsi, daging sapi/kerbau, daging ayam, dan telur ayam.

Stok CPP beras di Bulog saat ini total telah mencapai 4,08 juta ton. Capaian ini meningkat pesat sebesar 77,8% dibandingkan kondisi stok CPP beras pada akhir Maret tahun lalu yang saat itu masih berada 2,29 juta ton.

Sebagian besar pasokan pun bersumber dari produksi dalam negeri dikarenakan Bulog telah melaksanakan penyerapan setara beras sejak awal tahun 2026 hingga hari ini mencapai 1,24 juta ton.

Kemudian, stok CPP jagung berada di kisaran 144.000 ton yang sebagian besar bersumber dari penyerapan panen jagung dalam negeri.

Realisasi penyerapan jagung produksi dalam negeri di tahun 2026 telah mencapai 101.960 ton, sedangkan Indonesia sudah tidak melakukan impor jagung pakan sejak tahun 2025.

Sementara itu, kondisi stok CPP lainnya antara lain minyak goreng berada di angka total 95.000 kiloliter.

Lalu gula konsumsi ada 50.000 ton dengan sebagian besar ada di ID FOOD sebagai pengelolanya.

Kemudian, stok CPP daging sapi/kerbau ada 11.000 ton yang juga sebagian besar dikelola ID FOOD.

Daging ayam 39 ton pun ada di ID FOOD, sedangkan CPP telur ayam 62 ton dikelola Bulog.

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan ketahanan pangan nasional sejalan dengan visi swasembada pangan yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri, tanpa bergantung terhadap negara lain.

“Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Oleh karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain. Kita tidak boleh takut,” tutur Mentan.

Baginya Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Kebutuhan konsumsi pangan pokok strategis harus mampu ditopang dari hasil kerja keras petani dan peternak dari negeri sendiri.

“Itu yang menjadi indikator ketahanan pangan nasional yang kuat dan yang paling aman adalah negara yang bisa memproduksi pangannya sendiri. Itu sebabnya kita harus memperkuat produksi dalam negeri. Kita harus optimis,” tutur Mentan.

Mengenai stok CPP tersebut akan disalurkan ke masyarakat melalui berbagai program intervensi pangan, misalnya program bantuan pangan beras dan minyak goreng yang kembali digulirkan pemerintah mulai Maret 2026.

Bapanas mencatat realisasi penyalurannya sampai 25 Maret 2026 telah mencapai 378.666 penerima di 24 provinsi.

Sementara itu, realisasi penjualan beras SPHP selama Maret tahun ini telah menyentuh angka 43.170 ton.

Program intervensi pangan lainnya masih terus dilaksanakan pemerintah bersama seluruh mitra dalam bentuk Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah.

Adapun penjelasan terkait Godzilla El Nino, BRIN menyebut menggunakan istilah ini untuk menggambarkan potensi variasi El Nino yang kuat, sehingga muncul prediksi musim kemarau yang lebih panjang dan kering, sedangkan Indonesia dapat mengalami keadaan minim awam dan hujan.

Namun, dampaknya bisa saja tidak seragam terjadi di seluruh wilayah Indonesia. BRIN mengajak kementerian/lembaga yang terkait untuk dapat memitigasi dengan mempertimbangkan dampak kekeringan di bagian Selatan Indonesia dan dampak banjir di Timur Laut Indonesia (Sulawesi, Halmahera dan Maluku). I

Kirim Komentar