Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Perkuat Kolaborasi Benahi Kota

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam membenahi berbagai persoalan perkotaan, guna mengembalikan karisma Bandung sebagai ibu kota provinsi.

Menurutnya, upaya penataan kota tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus dilakukan secara gotong royong antara pemerintah provinsi, pemerintah kota hingga masyarakat.

“Terima kasih kepada ASN Pemprov Jabar dan ASN Kota Bandung yang terus bahu – membahu membersihkan lingkungannya masing – masing. Minimal satu kilometer menuju kantor harus dalam kondisi bersih, tertata, indah dan berestetika,” ujarnya.

Gubernur Dedi juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut terlibat dalam pemulihan wajah Kota Bandung.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi fondasi penting untuk mengembalikan karakter Bandung sebagai kota yang berwibawa, modern dan berorientasi masa depan.

Namun demikian, Dedi menegaskan masih terdapat sejumlah persoalan krusial yang harus ditangani bersama, terutama sampah yang masih ditemukan menumpuk di sejumlah titik.

“Kita harus pastikan tidak ada lagi tumpukan sampah di sudut-sudut kota. Ini harus ditangani bersama,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung akan mengoptimalkan peran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, serta mendorong pengembangannya menjadi fasilitas pengolahan sampah berbasis energi.

Selain pengelolaan sampah, kolaborasi juga difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar kota, Gubernur Dedi menyoroti pentingnya Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berfungsi optimal, integrasi sistem CCTV, hingga perbaikan drainase untuk mencegah banjir.

“PJU tidak boleh ada yang mati. Semua harus terang. CCTV juga harus terintegrasi dengan baik antara provinsi dan kota,” tegasnya.

Penanganan kemacetan juga menjadi bagian dari agenda bersama. Pemprov Jabar mendorong pengembangan transportasi publik terintegrasi di kawasan Bandung Raya, termasuk pembangunan infrastruktur, seperti underpass dan flyover.

Selain itu, sistem lampu lalu lintas akan diarahkan menggunakan teknologi digital yang adaptif terhadap volume kendaraan di lapangan.

“Lampu lalu lintas harus bisa menyesuaikan dengan kondisi kendaraan, sehingga lebih efektif mengurai kemacetan,” ujarnya.

Gubernur Dedi menegaskan, kolaborasi ini tidak hanya menyasar aspek teknis, tetapi juga penataan wajah kota secara menyeluruh agar lebih rapi dan menarik, terutama sebagai destinasi wisata unggulan.

Dia pun mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung dalam membenahi kota.

“Terima kasih kepada Wali Kota Bandung yang setiap hari bahu – membahu dengan Pemprov Jabar untuk mengembalikan kharisma, wibawa dan keanggunan Kota Bandung,” ungkapnya. I

 

 

 

Kirim Komentar