Perempuan memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam menjaga ketahanan, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, perempuan berperan strategis, tidak hanya dalam pelestarian budaya dan pengelolaan destinasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang signifikan.
Secara nasional, perempuan menyumbang sekitar 54,22% tenaga kerja di sektor pariwisata.
Di sisi lain, bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dipimpin perempuan diproyeksikan berkontribusi hingga US$135 miliar pada tahun 2026.
“Angka – angka ini menegaskan perempuan sebagai tulang punggung ketahanan sektor pariwisata kita dan ketika perempuan diberdayakan, ekonomi akan berkembang pesat,” katanya saat membuka acara SDG 5 in Action 2026 yang digelar secara daring.
Kontribusi tersebut tercermin dalam kinerja pariwisata nasional.
Pada tahun 2025, Indonesia menyambut 15,39 juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan rata – rata pengeluaran sebesar US$1.267 per kunjungan, sedangkan pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan.
Capaian tersebut mendorong sektor pariwisata berkontribusi sebesar 3,96% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan mendukung lebih dari 25,91 juta lapangan kerja.
Dari sisi devisa, pariwisata menghasilkan US$18,27 miliar menegaskan, perannya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.
Meski menunjukkan tren positif, tantangan kesetaraan gender masih menjadi perhatian.
Berdasarkan Global Gender Gap Report 2025 dari World Economic Forum, diperlukan waktu sekitar 123 tahun untuk mencapai kesetaraan penuh tanpa upaya percepatan.
Pemerintah Indonesia merespons hal tersebut melalui penguatan kebijakan pengarusutamaan gender sebagaimana diatur dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2000 dan berbagai program peningkatan kapasitas bagi pengusaha perempuan.
Pada tingkat global, Indonesia juga menunjukkan komitmen dengan menjadi tuan rumah 2nd UN Tourism Women Conference on Women Empowerment in Tourism in Asia and the Pacific pada tahun 2024.
Forum ini tidak hanya mempromosikan pariwisata Indonesia, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran perempuan dan mendorong kesetaraan gender.
Executive Director PATA Indonesia Agus Canny menyatakan bahwa semangat R.A. Kartini mengingatkan pentingnya pendidikan, pemberdayaan dan kesempatan yang setara bagi semua.
“Oleh karena itu, isu ini memerlukan komitmen dan kolaborasi kita bersama. Kesetaraan gender bukan hanya masalah perempuan, melainkan tanggung jawab kita semua. Ketika kesempatan yang sama diberikan, masyarakat akan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan,” jelas Agus. I
