Percepatan Pembangunan Jaringan Kereta Api Nasional Terus Dilakukan Kemenhub

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perkeretaapian sebagai fondasi masyarakat modern dan salah satu ciri negara maju.

Pengembangan jaringan perkeretaapian dilakukan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat sistem logistik nasional dan menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih aman, efisien, serta berkelanjutan.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan biaya distribusi barang dan mengurangi beban transportasi jalan raya.

Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik.

“Tida hanya itu, juga biaya logistik yang lebih efisien dan peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah,” ujarnya usai menghadiri Rapat Terbatas dengan Presiden di Istana Merdeka.

Kemenhub mencatat jumlah penumpang kereta api terus menunjukkan tren positif dengan peningkatan sebesar 8,8% dari 500,5 juta penumpang pada tahun 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang pada tahun 2025.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel.

Saat ini, jaringan kereta api aktif nasional telah mencapai sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Papua.

Ke depan, pemerintah menargetkan pengembangan jaringan perkeretaapian hingga mencapai 10.524 kilometer, termasuk jaringan perkotaan yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.

Pengembangan jaringan akan difokuskan sesuai karakteristik wilayah masing – masing.

Di Sumatra, perkeretaapian diarahkan untuk mendukung angkutan barang dan mobilitas masyarakat, sedangkan di Kalimantan, Sulawesi dan Papua difokuskan untuk memperkuat distribusi komoditas unggulan, serta mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Sejumlah proyek strategis yang tengah didorong antara lain pembangunan jaringan kereta api Trans Sumatra, pengembangan kereta api logistik di Kalimantan, penyelesaian pengoperasian Kereta Api Makassar – Parepare dan pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai wilayah.

Di Pulau Jawa, pengembangan juga mencakup peningkatan kapasitas layanan perkotaan, elektrifikasi jalur dan pengembangan jaringan kereta semi cepat, serta kereta cepat.

“Kami menyampaikan Pengembangan Kereta logistik dan Kereta Wisata, termasuk Pengembangan Jaringan Perkeretaapian Pulau Sumatera,” ungkapnya.

Kereta logistik diarahkan untuk memperkuat efisiensi distribusi barang dan mendukung penurunan beban jalan raya, sedangkan kereta wisata dapat membuka nilai tambah ekonomi di berbagai daerah.

“Selain itu, ada juga Pelayanan Gerbong Kereta untuk Petani dan Pedagang. Program ini sudah berjalan dan disambut dengan baik oleh masyarakat, pelayanan gerbong ini dihadirkan di Lebak, Garut, Cilacap, Jogja, Solo, Semarang, Blitar, Jember hingga Banyuwangi,” jelas Menhub.

Menurutnya, penguatan jaringan perkeretaapian akan mendukung pemerataan pembangunan dengan menghubungkan pusat – pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, kawasan pertanian, pelabuhan, bandara hingga destinasi pariwisata.

Dengan demikian, dia menambahkan, masyarakat dapat memperoleh akses transportasi yang lebih cepat, nyaman dan terjangkau.

“Kami juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” tutur Menhub.

Melalui pengembangan jaringan kereta api nasional, dia optimistis perkeretaapian akan semakin berperan sebagai tulang punggung transportasi massal dan logistik Indonesia.

Kehadiran jaringan rel yang semakin luas diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat daya saing nasional dan mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih maju, serta terhubung. I

Kirim Komentar