Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 16 Februari 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Laporan kejadian bencana yang berhasil dihimpun sejak Minggu (15/2) hingga Senin (16/2), pukul 07.00 WIB, adalah sebagai berikut.

Kejadian pertama berupa tanah longsor terjadi di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi pada Sabtu (14/2), pukul 14.00 WIB.

Wilayah terdampak berada di Desa Cidadap dan Desa Tayem Kecamatan Karangpucung. Peristiwa ini berdampak pada 15 kepala keluarga, 15 unit rumah terancam dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Cirajayu tertutup material longsor sepanjang 100 meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap segera melakukan kaji cepat di lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat.

Data terkini per hari Minggu  (15/2) dilaporkan petugas bersama warga setempat bergotong royong memperbaiki rumah yang terdampak dan membuat turap yang terbuat dari tanah.

Beralih ke Provinsi Nusa Tenggara Barat, banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Sumbawa pada Sabtu (14/2), pukul 16.00 Wita.

Banjir merendam Desa Empang Bawa dan Desa Bunga Eja di Kecamatan Empang dengan total 270 Kepala Keluarga dan 270 rumah terdampak akibat kejadian ini.

BPBD Kabupaten Sumbawa bersama tim gabungan telah melakukan upaya penanganan darurat di lokasi terdampak.

Data terkini yang dilaporkan pada Minggu (15/2) warga bersama petugas bergotong royong melakukan pembersihan sisa banjir, memperbaiki Olakan Cekdam Lagenti Empang Bawa, membangun penahan tebing sungai dan bronjong, serta melakukan normalisasi sedimen di DAS pada dua desa terdampak.

Dari Provinsi Lampung dilaporkan angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Lampung Selatan, kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang pada Sabtu (14/2), pukul 17.00 WIB.

Peristiwa ini terjadi di Desa Haduyang yang berada di Kecamatan Natar, akibat peristiwa ini sebanyak 44 KK, 44 rumah dan satu fasilitas ibadah terdampak. BPBD Kabupaten Lampung Selatan segera melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa di lokasi terdampak.

Menyikapi rangkaian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah.

Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman.

Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi. I

 

Kirim Komentar