Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Minggu (14/6) hingga Senin (15/6) pukul 07.00 WIB.
Kejadian pertama dilaporkan update penanganan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah.
Peristiwa ini terjadi di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, pada Sabtu (16/5) lalu. Akibat peristiwa ini, satu jembatan mengalami rusak berat hingga mengakibatkan putus.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan telah memperkuat pondasi jembatan dengan bronjong.
Selain itu, per Minggu (14/6), sebagai upaya memulihkan akses yang sempat terdampak, warga Desa Plosogaden bergotong royong memasang jembatan bailey.
Mobilisasi material jembatan bailey dilakukan oleh personel TNI dari satuan Yonzipur IV/TK bersama masyarakat setempat.
Berikutnya, fenomena angin kencang dilaporkan terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan pada Sabtu (13/6).
Peristiwa ini terjadi saat hujan disertai angin kencang sekitar pukul 21.05 Wita. Kaji cepat sementara mencatat angin kencang berdampak pada enam desa di lima kecamatan.
Adapun lokasi terdampak yakni Desa Padangloang di Kecamatan Dua Pitue, Desa Lancingrang; Desa Sumpang Mango di Kecamtan Pitu Riawa, Desa Mojong di Kecamatan Watang Sidenreng, Desa Carawali di Kecamatan Watang Pulu, Desa Kanyuara di Kecamatan Maritengngae. Sedikitnya kejadian ini berdampak pada 7 Kepala Keluarga (KK) atau 29 jiwa.
Kerugian material tercatat, 1 unit rumah rusak sedang dan 6 unit rumah rusak ringan. BPBD segera melakukan upaya penanganan darurat dilokasi kejadian dengan membersihkan sisa puing dan pohon tumbang.
Koordinasi antarlintas instansi juga terus dibangun untuk percepatan upaya penanganan darurat.
Menyikapi rangkaian bencana yang terjadi, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana.
Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman.
Beberapa langkah maupun latihan simulasi evakuasi dapat dilakukan misalnya pemangkasan ranting – ranting pohon sekitar rumah yang berpotensi roboh, gotong – royong warga untuk membersihkan saluran air.
Mengenai warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi. I
