Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Minggu (5/7) pukul 07.00 WIB hingga Senin (6/7) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan pada Minggu (5/7).
Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka dan Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.
Berdasarkan data yang diterima BNPB, lahan seluas 3,7 hektare terbakar dan tidak terdapat korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru bersama petugas gabungan dan masyarakat setempat terus bergotong royong melakukan pemadaman di lokasi guna mencegah meluasnya kebakaran dan meminimalkan dampak terhadap masyarakat sekitar.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (4/7) pukul 18.50 WIB.
Lokasi kejadian berada di Desa Mempaya, Kecamatan Damar. Berdasarkan laporan yang diterima, lahan seluas satu hektare terbakar.
BPBD Kabupaten Belitung Timur segera melakukan upaya pemadaman api di lokasi terdampak dan terus memastikan keamanan wilayah di sekitar lokasi kejadian.
Hingga Minggu (5/7), api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan lahan telah selesai dilaksanakan, sehingga kondisi dinyatakan aman, serta terkendali.
Selain penanganan kejadian yang sedang berlangsung, BNPB terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino dan musim kemarau tahun 2026 yang diprakirakan dapat meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta krisis air bersih di sejumlah wilayah Indonesia.
Berbagai upaya mitigasi telah dilakukan BNPB bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah, antara lain melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah prioritas, pembangunan sumur bor, pemasangan jaringan perpipaan, pendistribusian bantuan air bersih, serta penguatan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering.
Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki periode musim kemarau dengan potensi penurunan curah hujan dan peningkatan suhu udara.
Oleh karena itu, pemerintah daerah diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat sistem peringatan dini, melakukan pemantauan ketersediaan sumber air dan mengoptimalkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
BNPB juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun dan segera melaporkan potensi kebakaran maupun kondisi kedaruratan kepada petugas terkait.
Kesiapsiagaan, mitigasi, dan respons cepat seluruh unsur menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana selama periode musim kemarau, serta potensi El Nino tahun 2026. I
