PNM Jangkau 23,1 Juta Nasabah Melalui Pembiayaan Ultramikro

PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sebagai bagian dari ekosistem Danantara, memperluas pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultramikro, sehingga menjangkau 23,1 juta nasabah di seluruh Indonesia.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, jangkauan layanan kepada puluhan juta nasabah ultramikro ini menjadikan PNM sebagai lembaga pemberdayaan dan pembiayaan perempuan prasejahtera terbesar di dunia.

“Bagi kami, pertumbuhan bukan semata tentang angka, tetapi tentang semakin banyak perempuan prasejahtera yang memiliki kesempatan untuk bangkit, berusaha dan memperbaiki kehidupan keluarganya,” katanya dalam keterangannya.

Kindaris menambahkan, perluasan akses pembiayaan juga disertai dengan pendampingan, pelatihan dan kesempatan bertumbuh bagi masyarakat prasejahtera.

“Kami juga menjaga kualitas layanan dan penyaluran agar tepat sasaran, terukur, dan mampu mendukung keberlanjutan usaha nasabah,” jelasnya.

Menurut Kindaris, beberapa hal yang terus dilakukan, di antaranya peningkatan kapasitas usaha, pendampingan kelompok hingga membangun kepercayaan diri perempuan prasejahtera agar dapat terus bertumbuh bersama keluarganya.

“Kami ingin memastikan manfaat pemberdayaan hadir dengan tata kelola yang lebih baik, penyaluran yang lebih berkualitas, dan semangat yang tetap dekat dengan masyarakat. Agar tidak ada lagi gap akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi mereka yang tinggal di perkotaan maupun di ujung Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria mengapresiasi peningkatan kinerja BUMN, termasuk di dalamnya PNM, karena dinilai sukses melampaui target.

Menurutnya, peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semangat transparansi informasi yang terus ditekankan Danantara dan BP BUMN.

Dia berharap perluasan akses pembiayaan bisa menjadi solusi bagi perempuan kelompok subsisten yang menjalankan usaha ultramikro, sehingga dampaknya semakin nyata dirasakan oleh masyarakat di wilayah rural.

Perluasan layanan hingga ke daerah pelosok Indonesia, termasuk wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T), merupakan bagian dari wujud komitmen Danantara untuk meningkatkan akses pemberdayaan ekonomi bagi perempuan. I

 

 

Kirim Komentar