Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10 – 12 Februari 2026.
Fenomena penguatan Monsun Asia yang disertai pergerakan seruakan dingin (cold surge) memicu peningkatan signifikan curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, terutama di wilayah Indonesia bagian Selatan.
“Dalam beberapa hari ke depan, terpantau adanya pergerakan seruakan dingin (cold surge) seiring dengan penguatan Monsun Asia,” tulis BMKG dalam keterangan.
BMKG menjelaskan bahwa penguatan angin utara dan tingginya indeks Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) berdampak langsung pada status siaga di sejumlah provinsi besar.
Wilayah yang masuk kategori siaga hujan sangat lebat meliputi Provinsi Jakarta, Banten, seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua.
Kondisi ini diprediksi masih akan berlanjut dengan intensitas tinggi hingga pertengahan Februari 2026, yakni pada periode 13 – 16 Februari 2026.
Selain ancaman hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang yang dapat memicu dampak lanjutan, seperti pohon tumbang, banjir hingga tanah longsor.
BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan para pemangku kepentingan untuk memitigasi bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu mobilitas dan transportasi darat, laut maupun udara.
“BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak bencana hidrometeorologi,” tulis BMKG.
Guna mendukung keselamatan perjalanan, masyarakat disarankan rutin memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG atau layanan Digital Weather for Traffic (DWT).
Langkah ini penting dilakukan, mengingat dinamika cuaca di wilayah ekuator yang dapat berubah sewaktu – waktu akibat pengaruh pergerakan massa udara dingin dari belahan bumi bagian Utara. I
