Ratusan peserta Rapat Kerja Nasional Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) 2026 menikmati suasana Kota Yogyakarta dengan bersepeda tua berkeliling kawasan Malioboro.
Kegiatan Ngonthel Bareng tersebut dimulai dari kawasan Benteng Vredeburg, menyusuri Malioboro, lalu kembali lagi ke titik awal.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Rakernas Kosti, sekaligus ajang silaturahmi para pecinta sepeda tua dari berbagai daerah di Indonesia.
Peserta yang hadir berasal dari Lampung, Jakarta, Papua, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah hingga Sulawesi.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo ikut hadir dalam kesempatan tersebut dan mengaku senang Kota Yogyakarta kembali menjadi tujuan komunitas sepeda tua Nasional.
Menurutnya, Kota Yogyakarta selalu memiliki kedekatan tersendiri dengan budaya bersepeda.
“Ya, kami senang sekali, karena Kosti ini komunitas sepeda onthel Indonesia yang selalu kangen dengan Jogja. Jadi, teman – teman Kosti dari seluruh Indonesia ini tadi ada dari Lampung, ada dari Jakarta, bahkan ada dari Papua. Ada yang dari NTT, dari Kupang, dari Kalimantan Tengah, Sulawesi ada juga, semua kumpul di Jogja,” jelasnya.
Dia juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Rakernas dan berharap para peserta merasa nyaman selama berada di Kota Yogyakarta.
“Saya ucapkan selamat datang dan terima kasih. Pokoknya di Jogja insyaallah istimewa, aman dan juga kami menjaga Kota Jogja selalu bersih. Saya terima kasih pada Kosti sudah percaya pada Kota Yogyakarta,” ungkapnya.
Selain itu, Pemeirntah Kota (Pemkot) Yogyakarta turut menyampaikan selamat kepada kepengurusan DPP Kosti masa bakti 2025 – 2029 yang baru saja dikukuhkan.
Hasto menilai pelaksanaan Rakernas Kosti di Kota Yogyakarta tidak hanya mendukung pengembangan pariwisata, tetapi juga mendorong pola hidup sehat masyarakat.
Tidak hanya itu, Kota Yogyakarta juga memiliki program ramah sepeda di antaranya Gerakan Sego Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe), inovasi Monalisa atau Menikmati Harmoni Kota Yogya dengan Jalur Sepeda Wisata yang memiliki lima jalur wisata sepeda, serta program Sambang Kampung.
Saat ditemui, Ketua Kosti Purnomo mengungkapkan, kegiatan bersepeda bersama tersebut merupakan bonus dari pelaksanaan Rakernas yang digelar sehari sebelumnya.
“Kita ada acara pengukuhan pengurus pusat periode 2025 – 2029. Hari ini bonusnya karena teman – teman dari berbagai provinsi menyampaikan mumpung di Jogja kenapa tidak ngonthel sekalian. Akhirnya teman – teman Jogja menyambut acara tersebut,” katanya.
Dia menyebutkan, peserta yang mengikuti kegiatan mencapai sekitar 300 orang, terdiri dari pengurus pusat dan komunitas sepeda tua di Kota Yogyakarta.
“Kalau untuk hari ini sebetulnya dari DPP sekitar 100-an, terus ditambah teman – teman dari Yogya sendiri, sekitar 300-an orang,” tuturnya.
Purnomo menambahkan rute bersepeda difokuskan di kawasan Malioboro dan sekitarnya.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman budaya bersepeda onthel kepada masyarakat, sekaligus memberikan kesan bagi peserta dari luar daerah, karena teman – teman dari luar provinsi ingin punya kenangan sendiri untuk ngonthel di Yogyakarta,” katanya. I
