Membangun fondasi ekosistem industri semikonduktor nasional melalui penguatan talenta di bidang chip design sebagai salah satu kunci peningkatan nilai tambah Indonesia dalam rantai pasok semikonduktor global.
Menurut Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, semikonduktor telah menjadi tulang punggung berbagai industri masa depan, mulai dari elektronika, telekomunikasi, otomotif, alat kesehatan, pusat data hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/Al).
“Saya berkesempatan menyampaikan keynote speech pada Peluncuran Sandbox Design Chip yang diselenggarakan oleh Peruri di Jakarta. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem industri semikonduktor nasional melalui penguatan talenta, riset, inovasi dan kolaborasi lintas sector,” ujarnya.
Wamenperin Riza menjelaskan bahwa di tengah tingginya ketergantungan terhadap impor komponen semikonduktor yang mencapai US$5,36 miliar pada tahun 2025, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat kemandirian industri dengan memanfaatkan potensi industri elektronika, kapasitas riset, perguruan tinggi dan besarnya pasar domestik.
“Melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pengembangan Industri Semikonduktor Indonesia, Kementerian Perindustrian terus mendorong kolaborasi erat antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, perguruan tinggi dan lembaga riset,” jelasnya.
Fokus utamanya, kata Wamenperin Riza, adalah memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), meningkatkan standardisasi kompetensi, mempercepat inovasi dan memperluas akses pasar bagi industri nasional.
“Saya berharap Sandbox Design Chip menjadi ruang lahirnya inovasi dan talenta terbaik Indonesia, sekaligus mempercepat terwujudnya kedaulatan teknologi, meningkatkan daya saing industri nasional, serta membawa Indonesia menjadi pemain yang semakin diperhitungkan dalam industri semikonduktor global,” ungkapnya. I
