Satu Data Indonesia Percepat Pembangunan KDMP

Integrasi data nasional melalui Satu Data Indonesia dapat mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih atau KDMP.

Menurut Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, Satu Data Indonesia akan membuat kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto lebih efektif, termasuk dalam program Kopdes Merah Putih.

Dia mengatakan hal tersebut saat Peluncuran Kolaborasi Satu Data Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam keterangan pers di Jakarta.

Kolaborasi Satu Data Indonesia adalah inisiatif pemerintah untuk menyatukan, mengintegrasikan, dan memastikan validitas data lintas kementerian, lembaga dan daerah, sehingga pembangunan nasional dapat berbasis data akurat, presisi, serta terkoordinasi.

Menkop mengakui bahwa salah satu kendala pembangunan Kopdes Merah Putih adalah ketersediaan data presisi di tingkat desa, termasuk jumlah kepala keluarga pengguna LPG 3 kg maupun pupuk bersubsidi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Koperasi (Kemenkop) telah melakukan percobaan aplikasi presisi, pengumpulan data melalui numerator hingga analisis berbasis kecerdasan buatan (AI).

Menkop menegaskan bahwa validitas data kini menjadi kebutuhan mendesak agar tidak disalahgunakan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dia menilai potensi persoalan tersebut hanya dapat diantisipasi melalui kerja kolaboratif lintas kementerian dan lembaga, sehingga integrasi data benar – benar terjaga dan dapat mendukung kebijakan pembangunan secara tepat sasaran.

“Kalau tanpa kerja kolaboratif, masalahnya adalah validitas rendah hingga kesimpangsiuran data,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menambahkan, inisiatif kolaborasi Satu Data Indonesia ini merupakan ikhtiar meneguhkan komitmen bersama bahwa pembangunan nasional harus berbasis data akurat dan terintegrasi.

“Kita sering mendapat amanat bahwa pembangunan harus berdasarkan data ilmiah, dan kali ini Satu Data Indonesia seharusnya ke depan menjadi bagian dari pembangunan nasional kita,” tuturnya.

Dalam forum tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Komitmen Sinergi untuk Negeri oleh lintas kementerian/lembaga dan kepala daerah sebagai wujud nyata implementasi Satu Data Indonesia berbasis kebijakan pembangunan nasional. I

Kirim Komentar