Sebanyak 946 Calon Taruna Kemenhub Jalani Madatukar, Dibekali Karakter dan Kedisiplinan

Sebanyak 946 calon taruna perguruan tinggi Kementerian Perhubungan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Masa Dasar Pembentukan Karakter (Madatukar) Batch 1 Tahun 2026 di Balai Pendidikan dan Pelatihan Pembangunan Karakter Sumber Daya Manusia Transportasi (BP3KSDMT), Bandung.

Selama 14 hari, para calon taruna mengikuti pembelajaran dan praktik sebagai bagian dari masa transisi sebelum memasuki kehidupan pendidikan sebagai taruna.

Saat membuka kegiatan Madatukar di Bandung pada Sabtu (8/8), Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Suharto mengatakan, Madatukar menjadi tahap awal untuk menanamkan karakter dan kebiasaan positif yang akan menjadi bekal calon taruna selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Madatukar ini menjadi langkah awal bagi para calon taruna untuk mengenal dan membangun karakter yang dibutuhkan selama menjalani pendidikan. Ikuti seluruh prosesnya dengan sungguh – sungguh, karena kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama dan pengendalian diri akan menjadi bekal penting dalam perjalanan kalian menjadi SDM transportasi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, calon taruna juga perlu membangun semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Menurutnya, Sumber Daya Manusia (SDM) transportasi ke depan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan, serta keberlanjutan transportasi.

Suharto menegaskan, generasi muda transportasi memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Oleh karena itu, lanjutnya, para calon taruna perlu memiliki kompetensi, karakter, adaptif dan inovatif dalam menjawab tantangan masa depan.

“Saya berharap proses Madatukar ini dapat menjadi awal yang baik untuk membangun pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, inovatif dan mampu bekerja sama. Jadikan proses ini sebagai bekal untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan transportasi Indonesia,” jelasnya.

Madatukar Batch 1 diikuti oleh 727 calon taruna/i Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang dan 219 calon taruna/i Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal. Dari total peserta tersebut, 794 merupakan laki – laki dan 152 perempuan.

Direktur BP3KSDMT Eko Sudarmanto menambahkan, proses pembentukan karakter dalam Madatukar dilakukan melalui kombinasi pembelajaran dan praktik.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga dilatih untuk menerapkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi dan kerja sama dalam berbagai aktivitas selama diklat.

“Peserta diarahkan untuk mengenali potensi diri, membangun kemampuan berinteraksi, memahami peran dalam kelompok dan mengembangkan sikap yang diperlukan di kehidupan pendidikan. Melalui proses ini, kami ingin membangun kebiasaan positif yang dapat dibawa selama pendidikan di perguruan tinggi masing – masing,” tuturnya.

Pembekalan Madatukar mencakup empat kompetensi soft skill, yaitu manajemen diri (intrapersonal), manajemen hubungan dengan orang lain (interpersonal), manajemen organisasional dan manajemen spiritual.

Diklat berlangsung selama 14 hari, mulai 5 hingga 18 Agustus 2026, dengan total 168 jam pelajaran, terdiri atas 105 jam pelajaran materi dan 63 jam pelajaran praktik.

Tenaga pengajar berasal dari unsur TNI AD, Polisi Wanita, widyaiswara dan tenaga pendidik yang telah tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi profesi (BNSP).

Pelaksanaan Madatukar mengacu pada Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 8 Tahun 2024 tentang Reformasi Pola Pengasuhan Peserta Didik di Lingkungan Perguruan Tinggi Kementerian Perhubungan.

Melalui Madatukar, BPSDMP berupaya menyiapkan calon taruna yang tidak hanya siap mengikuti proses pendidikan, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk terus belajar dan berinovasi.

Bekal tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi mereka untuk menghadirkan gagasan dan kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan transportasi Indonesia di masa depan, sejalan dengan semangat Terhubungan Melayani, Bergerak untuk Negeri. I

Kirim Komentar