Sekda Ciamis Dorong Penguatan FKDM hingga Desa

Pentingnya penguatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebagai instrumen strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi mengatakan hal tersebut saat menghadiri kegiatan FKDM tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2026 yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan kecamatan dan tamu undangan lainnya.

Dalam arahannya, Andang menekankan bahwa FKDM memiliki peran vital sebagai garda terdepan dalam mendeteksi secara dini berbagai potensi gangguan di tengah masyarakat.

Dia menilai, keberadaan FKDM harus mampu menjawab dinamika permasalahan sosial yang terus berkembang, mulai dari isu keamanan hingga persoalan sosial kemasyarakatan.

“FKDM ini bukan sekadar forum, tetapi harus benar – benar menjadi mata dan telinga pemerintah di lapangan. Kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar menjadi kunci utama,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, hingga saat ini sebagian besar kecamatan di Kabupaten Ciamis telah membentuk FKDM di antaranya Baregbeg, Ciamis, Cijeungjing, Cipaku, Cisaga, Jatinagara, Kawali, Lakbok, Panawangan, Panumbangan, Pamarican, Purwadadi, Rajadesa, Rancah, Sadananya, Sindangkasih, Sukadana, Sukamantri, dan Tambaksari.

Sementara itu, beberapa kecamatan lainnya seperti Banjaranyar, Banjarsari, Cidolog, Cihaurbeuti, Cikoneng, Cimaragas, Lumbung, dan Panjalu masih dalam tahap proses pembentukan.

Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mendorong percepatan pembentukan FKDM di seluruh wilayah, termasuk hingga ke tingkat desa.

Menurut Andang, pembentukan FKDM di tingkat kecamatan perlu mengacu pada formasi yang ideal, yakni disesuaikan dengan jumlah desa ditambah satu orang sebagai ketua dan melibatkan perwakilan dari masing – masing desa.

Hal ini dinilai penting agar jangkauan informasi dan deteksi dini dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh.

Lebih lanjut, dia mengingatkan agar para anggota FKDM tidak terjebak pada persoalan yang terlalu luas, melainkan fokus pada permasalahan yang ada di lingkungan terdekat sebagai langkah awal.

“Jangan dulu berpikir terlalu jauh. Fokus saja pada persoalan di sekitar kita. Dari situ kita bisa melihat apa yang menjadi kekurangan dan segera mencari solusi,” tegasnya.

Adang juga menyoroti bahwa berbagai persoalan sosial, termasuk isu kesehatan, seperti stunting, dapat ditangani lebih efektif apabila FKDM berperan aktif di tingkat lokal.

Pendekatan yang humanis, komunikatif dan berbasis masyarakat dinilai menjadi kunci dalam penyelesaian persoalan tersebut.

Selain itu, Andang menekankan pentingnya sinergi antara FKDM dengan pemerintah kecamatan serta aparat keamanan seperti kepolisian dan TNI.

Kolaborasi ini diperlukan dalam menghimpun, mengelola dan menganalisis informasi yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, setiap informasi yang diperoleh harus disampaikan secara berkala dan terstruktur kepada pemerintah daerah sebagai bahan dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

“Dengan sinergi yang kuat, setiap potensi gangguan bisa diantisipasi sejak dini, sehingga tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar,” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, Andang berharap keberadaan FKDM yang aktif hingga ke tingkat desa dapat menjadi fondasi dalam menciptakan kondisi daerah yang aman, kondusif dan mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Ciamis.

“Jika kewaspadaan dini berjalan baik, maka stabilitas daerah akan terjaga. Ini menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. I

 

 

 

Kirim Komentar