Simposium Tingkat Tinggi Strategi Ketahanan Ekonomi untuk Jepang dan ASEAN

The ERIA School of Government menyelenggarakan pertemuan kehormatan tingkat tinggi di Tokyo, Jepang antara Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, Ketua Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dan Chairman of the ERIA Parliamentary League and the Acting SecretaryGeneral of the Liberal Democratic Party Koichi Hagiuda pada 6 Maret 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Wamenperin Riza menekankan pada keinginan kuat Indonesia untuk memperdalam kerja sama bilateral, khususnya di sektor – sektor strategis, seperti semikonduktor dan komputasi kuantum.

“Pertemuan ini menegaskan kembali komitmen Jepang dan Indonesia, melalui ERIA untuk memperdalam kerja sama di bidang teknologi, riset, serta pengembangan industri dan untuk menjajaki jalan praktis untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara,” jelasnya.

Pada pertemuan tersebut, Ketua BRIN Arif Satria menyampaikan tentang prioritas Indonesia untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasionalnya.

Sementara itu, Koichi Hagiuda menyambut baik prioritas yang disampaikan oleh delegasi Indonesia dan mengakui peran Indonesia yang semakin meningkat dalam pengembangan teknologi dan industri di kawasan ini.

Dalam pertemuan bertajuk Simposium Tingkat Tinggi tentang Strategi Ketahanan Ekonomi untuk Jepang dan ASEAN: Menuju Indo-Pasifik yang Sejahtera ini, Sesi Panel II membicarakan tentang Kerja Sama Industri antara Jepang dan Indonesia, yang dimoderatori oleh Dekan the ERIA School of Government Profesor Nobuhiro Aizawa,

Pada diskusi tersebut menyoroti mengenai pentingnya memajukan pertumbuhan ekonomi makro dan pembangunan mikro untuk memastikan bahwa kemajuan ekonomi diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan dan pembangunan inklusif.

“Indonesia dan Jepang diakui sebagai mitra strategis yang memiliki nilai – nilai fundamental yang sama, termasuk tata kelola demokrasi dan sistem ekonomi terbuka,” tutur Wamenperin Riza.

Dia menekankan bahwa hubungan Indonesia – Jepang di masa depan akan semakin dibentuk oleh kerja sama antarmasyarakat dan kolaborasi di sektor manufaktur.

Dalam simposium tersebut, Ketua BRIN Arief menegaskan tentang pentingnya menyelaraskan riset dan inovasi dengan transformasi ekonomi.

“Penguatan kerja sama riset antara Indonesia dan Jepang disorot sebagai jalur penting untuk memajukan kemampuan teknologi dan pengembangan industri di sektor – sektor strategis,” katanya.

Selain Wamenperin Rizan dan Ketua BRIN Arief, ada juga pembicara Deputy Director General for Economic Security Policy and Cybersecurity and Information Technology Policy, Ministry of Economy, Trade and Industry (METI), Jepang Kazumi Nishikawa.

Hadir juga Director of the G-QuAT Center, National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST) Jepang Kazuya Masu dan Professor and Special Advisor to the President, The University of Tokyo, Jepang Profesor Ichiro Sakata. I

 

 

Kirim Komentar