Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan daging secara nasional masih aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, baik dari produksi dalam negeri maupun impor.
Menurut Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, stok daging ruminansia nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi hingga Lebaran 2026 dan sesudahnya.
Proyeksi ketersediaan daging ruminansia per Maret 2026 diperkirakan mencapai 226.000 ton, melebihi tiga kali lipat dari kebutuhan konsumsi untuk Maret 2026.
“Secara nasional, sebagaimana saya sampaikan tadi dan sejalan dengan apa yang disampaikan kepala Badan Pangan Nasional, sekaligus Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman, stok kita sangat sangat sangat aman. Tiga kali sangat aman,” jelasnya di Jakarta.
Optimisme tersebut berdasarkan proyeksi neraca pangan daging sapi atau kerbau per Maret yang mengestimasikan total ketersediaan daging ruminansia untuk Maret 2026 dapat mencapai 226.000 ton.
Pasokan ketersediaan tersebut berasal dari produksi sapi atau kerbau lokal 143,8 ekor atau sekitar dengan 28.200 ton.
Selebihnya pasokan berasal dari hasil pemotongan sapi atau kerbau bakalan dan realisasi impor yang total keduanya dapat mencapai 29.200 ton, serta stok awal Maret 2026 yang 168.600 ton.
Sementara itu, kebutuhan konsumsi daging sapi atau kerbau secara nasional pada Maret 2026 diperkirakan berkisar di 65.800 ton.
“Jadi stok daging relatif sangat cukup, karena kita importasinya 700.000 live cattle alias sapi hidup. Dominan dari Australia. Dari Brasil belum banyak yang datang. Kemudian stok daging lokal juga banyak, dari NTB, dari NTT, lalu ada penggemukan juga,” tuturnya.
Ketut Astawa menambahkan, berdasarkan pantauan pemerintah, tren harga daging sapi mulai menunjukkan penurunan dan cenderung stabil.
Pemerintah berkomitmen menjaga kewajaran harga mulai dari Rumah Potong Hewan (RPH) hingga tingkat pengecer.
“Stok kita aman. Kemudian kita pantau harga daging secara nasional, kecenderungannya flat dan turun. Jadi sebenarnya setelah memastikan stoknya sangat cukup, harga daging sapi juga akan terus dijaga,” ungkapnya.
Data indeks perkembangan harga (IPH) daging sapi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan harga terjadi di semakin banyak daerah.
Pada pekan kedua Maret, tercatat 47 kabupaten/kota mengalami penurunan IPH daging sapi, meningkat dibandingkan akhir Februari 2026 yang hanya 19 kabupaten/kota. I
