Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Gerakkan Roda Perekonomian Lokal

Salah satu tradisi budaya yang masih dilakukan secara turun – temurun sampai sekarang adalah Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig yang dilakukan di di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Tradisi penyebaran penganan yang terbuat dari tepung beras tersebut bermula dari Kiai Ageng Gribig dan menjadi metode yang praktis dalam menyiarkan Islam di tanah Jawa.

Bernama asli Syekh Wasibagno Timur, Kiai Ageng Gribig merupakan ulama besar yang gigih mensyiarkan ajaran Islam di tanah Jawa dan dikenal masih keturunan dari Raja Majapahit, Brawijaya V.

“Segala puji bagi Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kita dapat kembali berkumpul dalam puncak acara Grebeg Ageng Saparan Andum Apem YaaQawiyyu Kiai Ageng Gribig Jatinom, dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Menurutnya, tahun ini penyelenggaraan Grebeg Saparan mengangkat tema Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti yang mengingatkan setiap orang bahwa setinggi apa pun kedudukan, ilmu, maupun pencapaian manusia, semuanya harus dilandasi rasa tawakal, rendah hati, serta kepercayaan penuh kepada Tuhan.

“Tema ini sangat selaras dengan keteladanan Kiai Ageng Gribig yang berdakwah dengan kelembutan, kebijaksanaan dan keikhlasan,” tutur Menko Airlangga.

Rangkaian kegiatan Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig tahun ini diawali pada 16 Juli 2026 dengan Ambuko Songsong Winadi sebagai pertanda masuknya 1 Safar.

Kegiatan dilanjutkan dengan Semakan Al Qur’an Bil Qhoib dan Khataman Al Qur’an pada 22 Juli 2026, dilanjutkan dengan Maulid Al Barzanji dan haul, disusul festival seni budaya selama satu minggu di sepanjang jalan raya Jatinom, Naji Kopi Malahad, Kirab Gunungan Apem dari kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Gedhe Jatinom.

“Atas nama keluarga besar dzurriyah Kiai Ageng Gribig, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, para ulama, tokoh masyarakat, relawan, Pemda Klaten, aparat keamanan, dan seluruh warga yang telah menjaga, serta melestarikan tradisi luhur ini dari generasi ke generasi. Setuju kalau tradisi ini dipertahankan 400 tahun lagi? Kalau setuju, ayo kita pertahankan 400 tahun lagi,” tutur Menko Airlangga.

Dia menjelaskan, setiap tahunnya selalu bertambah pengunjung yang hadir dengan perkiraan yang hadir saat pelaksanaan acara hingga 50.000 pengunjung.

“Melalui kesempatan ini, saya sangat mengapresiasi masyarakat Kabupaten Klaten yang hingga saat ini turut berkontribusi dalam melanjutkan tradisi dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia,” ungkapnya.

Menko Airlangga berharap yang diajarkan Kiai Ageng Gribig untuk terus dilanjutkan, terutama untuk mendorong nilai – nilai perekonomian masyarakat, nilai – nilai kebahagiaan dari masyarakat dan sekali dalam setahun guyub rukun untuk menikmati apem.

Pada saat acara tersebut berlangsung terjadi lonjakan pendapatan para pelaku usaha mikro yang ada di sekitar lokasi, seperti pedagang kaki lima dan penyedia oleh – oleh.

Para pedagang mampu memperoleh tambahan penghasilan yang besar selama sepekan rangkaian acara.

Selanjutnya, para pembuat dan penjual kue apem kebanjiran pesanan pembuatan apem yang dapat mencapai 6 ton hingga 7 ton total sebaran, sehingga pasokannya harus melibatkan warga lokal maupun daerah tetangga.

“Terdapat juga pemberdayaan sektor jasa yang diberikan oleh warga sekitar, seperti pengelola parkir, penyedia transportasi lokal dan warga yang membuka warung atau angkringan juga mampu mendulang keuntungan dari membludaknya pengunjung dan wisatawan yang datang selama rangkaian acara,” kata Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.

Turut hadir dalam acara ini di antaranya Wakil Ketua BKSAP DPR Ravindra Airlangga, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Tim Ahli Menko Perekonomian Boo Hyung Lee, Tim Asistensi Menko Perekonomian Abdul Kodir Djaelani, Kepala Biro Umum dan SDM Kemenko Perekonomian Hari Nugroho, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klaten. I

 

Kirim Komentar