Tradisi Limau Barongge Bersama Wako Fadly Amran

Masyarakat Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang menggelar tradisi adat dan religi tahunan bertajuk Limau Barongge menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan dipusatkan di Gendung Badan Musyawarah Ninik Mamak (BNMN) Sungai Pisang, Kota Padang.

​Tradisi Limau Barongge merupakan simbol penyucian diri (balimau), sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarwarga, tokoh adat dan pemerintah sebelum memasuki bulan puasa.

Kegiatan yang diikuti ratusan warga dengan Dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran bersama unsur Forkopimcam dan tokoh adat.

​​Ketua Panitia Pelaksana Hendra Rajo Endah menjelaskan, kedalaman filosofi Limau Barongge yang terdiri dari unsur – unsur bermakna, seperti Ungge (pemimpin yang mengayomi), Batang Pisang (keadilan) hingga Rumbio (tolong – menolong).

​”Limau Barongge adalah ikon unik dari Sungai Pisang. Kami berharap ke depan pemerintah daerah dapat mendirikan sebuah monumen atau simbol fisik Limau Barongge sebagai identitas budaya di Kecamatan Bungus Teluk Kabung agar semakin dikenal luas,” jelasnya.

​​Ketua LKAAM Kecamatan Bungus Teluk Kabung Datuk Erman B. Rajo Ibrahim menekankan pentingnya persatuan antara masyarakat dan pemerintah untuk membangun nagari.

Dia mengapresiasi kehadiran Wali Kota Fadly sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap daerah perbatasan.

​”Sungai Pisang adalah gerbang Kota Padang yang berbatasan dengan Pesisir Selatan. Kami titipkan harapan pembangunan infrastruktur, seperti pengaspalan jalan dan pemasangan grip penahan ombak, agar akses dan keamanan warga semakin terjaga,” tutur Datuk Rajo Ibrahim.

​​Wali Kota Fadly dalam arahannya menyampaikan bahwa tradisi Limau Barongge telah diakui secara nasional melalui sertifikat dari Kementerian Kebudayaan.

Dia berkomitmen untuk menjadikan acara ini lebih meriah di tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari penguatan iman dan takwa (Imtak).

​”Tahun ini saya instruksikan Dinas PU untuk menuntaskan pengaspalan jalan di Sungai Pisang. Selain infrastruktur, kita juga perkuat program Smart Surau dengan teknologi face recognition untuk absensi anak – anak mengaji, agar generasi muda kita memiliki benteng iman yang kuat,” tuturnya.

​Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian budaya, Wali Kota Fadly juga menyerahkan bantuan senilai Rp5 juta kepada panitia pelaksana.  I

 

Kirim Komentar