Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA) menghasilkan transaksi hingga US$23,60 juta atau setara Rp404,5 miliar pada Triwulan I/2026.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjelaskan, capaian ini mencerminkan efektivitas strategi pemerintah mendorong UMKM menembus pasar internasional.
Peningkatan ini, lanjutnya, didorong oleh semakin intensifnya penjajakan bisnis (business matching) yang mempertemukan UMKM dengan buyer global dengan lebih terarah.
“Capaian UMKM BISA Ekspor pada Triwulan I/2026 menunjukkan pelaku UMKM kita memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar internasional. Kemendag akan terus memperluas akses pasar, memperkuat promosi dan memastikan UMKM mendapatkan pendampingan yang tepat agar mampu berkelanjutan di pasar ekspor,” ujar Mendag dalam keterangan di Jakarta.
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag mencatat, capaian Triwulan I/2026 adalah gabungan dari potensi transaksi melalui nota kesepahaman sebesar US$19,64 juta dan pesanan pembelian (purchase order/PO) sebesar US$3,96 juta.
Pada periode tersebut, Ditjen PEN telah menyelenggarakan 170 kegiatan business matching yang melibatkan 396 UMKM dengan total partisipasi sebanyak 528 kali.
Dari sisi buyer, program UMKM BISA Ekspor berhasil menjangkau berbagai Negara, seperti Jepang, Jerman, Inggris, Belanda, Arab Saudi, dan Kanada, serta kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
Sektor yang diminati meliputi olahan boga bahari dan perikanan, dekorasi rumah (home decor) dan furnitur, kesehatan dan perawatan tubuh (health and body care), rempah – rempah, makanan dan minuman, produk pertanian dan perkebunan, fesyen, kosmetik, kakao, kertas, produk kelapa, produk herbal, serta perlengkapan berbahan plastik (plasticware).
Direktur Jenderal PEN Kemendag Fajarini Puntodewi menambahkan, UMKM BISA Ekspor dirancang sebagai ekosistem yang terintegrasi untuk terus memperluas jangkauan pasar, sekaligus meningkatkan kualitas kurasi produk.
Kemendag akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong UMKM Indonesia naik kelas dan semakin berdaya saing di pasar global.
“Kami tidak hanya mempertemukan UMKM dengan buyer, tetapi juga memastikan kesiapan produk, kualitas, dan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar global secara konsisten,” tutur Puntodewi. I
