Wali Kota (Wako) Padang Fadly Amran menegaskan, pentingnya penguatan green infrastructure atau infrastruktur hijau dalam mitigasi bencana, terutama untuk menekan risiko banjir dan banjir bandang di kawasan hilir.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Penanaman Perdana Festival Tanam Hulu yang dipusatkan di kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia ini menjadi bagian dari upaya restorasi kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji melalui penanaman pohon dan penguatan kapasitas lingkungan.
Fadly menekankan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi harus dibarengi pemulihan kawasan hulu sungai secara berkelanjutan di titik – titik rawan, seperti Guo dan Lambung Bukit.
Penanaman perdana tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade, Anggota DPRD Kota Padang Wahyu Hidayat dan Rachmat Wijaya, Kepala Dinas Pertanian Yoice Yuliani, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, jajaran TNI-Polri, serta pengurus Yayasan Galapagos Lestari Indonesia.
Andre Rosiade menyatakan, dukungannya dengan menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN senilai lebih dari Rp2 miliar untuk rehabilitasi kawasan DAS.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia Hendra Amriz menjelaskan bahwa festival yang berlangsung selama tujuh bulan ini menargetkan penanaman 60.000 bibit tanaman hutan di Kecamatan Kuranji dan Pauh.
Acara diakhiri dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama Pemko Padang dan Yayasan Galapagos Indonesia Lestari, serta Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Pertanian terkait kolaborasi pemanfaatan Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dr. Mohammad Hatta. I
