Waspada Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Perairan Utara Papua Awal Tahun 2026

Masyarakat di wilayah Pesisir Utara Papua diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya peningkatan tinggi gelombang laut.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi ini akan terus berlangsung sepanjang Januari 2026.

Menurut Prakirawan Cuaca Maritim Adi Ramses, kenaikan tinggi gelombang sebenarnya sudah terpantau sejak November hingga Desember 2025 dan diprediksi mencapai puncaknya pada awal tahun ini.

Berdasarkan hasil pengamatan, beberapa wilayah perairan utara Papua masuk dalam kategori sedang dengan ketinggian gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.

Wilayah – wilayah tersebut meliputi Perairan Utara Jayapura, Perairan Sarmi – Mamberamo Perairan Utara Biak Kepulauan Mapia.

“Untuk wilayah Utara Jayapura hingga Kepulauan Mapia, tinggi gelombang maksimum bisa mencapai 2,5 meter. Kondisi ini biasanya diikuti dengan kecepatan angin di perairan terbuka yang mencapai 15 hingga 20 knot,” ujarnya dalam keterangannya.

Dia menambahkan, fenomena ini dipicu oleh pengaruh Monsun Asia. Massa udara dari Laut Tiongkok Selatan masuk ke wilayah Papua dengan membawa uap air yang melimpah.

“Hal ini memicu hujan lebat yang kemudian menjadi pendorong meningkatnya ketinggian gelombang. Selain faktor angin, saat ini kita juga berada dalam siklus Bulan Purnama (Perigee) per 3 Januari, yang memicu kenaikan pasang air laut,” ungkapnya.

Berbeda dengan wilayah Utara, perairan yang lebih tertutup, seperti Teluk Cendrawasih, Selatan Serui dan Selatan Biak terpantau relatif lebih tenang.

Di wilayah ini, tinggi gelombang masuk dalam kategori rendah atau maksimal 1,25 meter, tapi BMKG tetap meminta warga di wilayah tersebut untuk tidak lengah.

Pasalnya, Hujan lebat yang sering terjadi di awal tahun dapat sewaktu-waktu memicu kenaikan gelombang secara mendadak melebihi prediksi rata – rata.

“Masyarakat di pinggir pantai tidak perlu panik, tapi harus tetap waspada. Terutama bagi para nelayan dan pengguna transportasi laut, harap selalu memperhatikan pembaruan cuaca sebelum melaut,” jelas Adi. I

 

Kirim Komentar