Kementerian P2MI Sinergi dengan 12 Kementerian Tingkatkan Kompetensi PMI

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menggelar rapat koordinasi bersama 12 kementerian di Kantor KemenP2MI, Jakarta Selatan, baru – baru ini.

Rapat ini guna membahas sinergi dan kolaborasi dalam peningkatan kompetensi Pekerja Migran Indonesia.

Dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian P2MI Irjen Pol. Dwiyono, yang menegaskan pentingnya kerja sama lintas kementerian dalam meningkatkan keterampilan calon pekerja migran agar siap bersaing di pasar global.

“Pentingnya kesiapan lembaga vokasi, penyusunan modul spesifik untuk tiap sektor jabatan dan penguatan Lembaga Sertifikasi Profesi,” katanya.

Percepatan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan kementerian terkait juga menjadi dasar hukum untuk pelaksanaan program kerja ke depan.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Promosi dan Pemetaan Pasar Kerja Luar Negeri Dwi Setiawan Susanto menekankan bahwa KemenP2MI tidak hanya menunggu permintaan tenaga kerja dari luar negeri, tetapi juga secara aktif menyiapkan calon pekerja migran.

“Dengan dukungan 12 kementerian dan pemetaan minat tenaga kerja, kita optimis dapat mencapai target penempatan sebesar 425.000 PMI pada tahun 2025,” jelas Dwi.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Penempatan Ahnas menegaskan, kerja sama ini sangat berdampak positif terhadap target penempatan tersebut.

Disampaikan Dirjen Pelindungan Rinardi bahwa peningkatan kompetensi pekerja migran akan berkontribusi langsung pada peningkatan perlindungan mereka di negara tujuan.

Pelatihan vokasi dinilai sebagai pilar utama dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Kerjasama dan Promosi Kementerian Ketenagakerjaan Benny Hardiansyah menambahkan, ada 21 balai pelatihan yang dikelola kementeriannya diharapkan dapat meningkatkan keterampilan bahasa bagi calon PMI.

“Selain itu, diperlukan data dan informasi terkait kuota serta jabatan di negara tujuan untuk memastikan kesesuaian antara lulusan pelatihan dengan permintaan pasar kerja luar negeri,” kata Benny.

Baca Juga:  Kemlu dan Kementerian P2MI Sepakat Saling Bantu dalam Pelindungan PMI

Dari sektor kesehatan, Direktur Pendayagunaan SDM Kementerian Kesehatan Ia Trisia menegaskan bahwa Politeknik Kesehatan (Poltekes) ditargetkan menempatkan 2.000 lulusan di luar negeri.

“Salah satu strategi yang diterapkan adalah pengembangan kelas internasional dan kerja sama dengan Kementerian P2MI dalam skema penempatan Government to Government (G to G) dan Private to Private (P to P),” jelas Trisia.

Dari Kementerian Perindustrian, melalui Kepala Pusat Pengembangan SDM Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Setyoko Pramono melaporkan, pihaknya memiliki 30 lembaga vokasi di 20 kabupaten/kota yang mencakup bidang manufaktur, pengelasan, dan baja.

Menurutnya, program magang selama satu tahun di industri diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi lulusan vokasi.

Juga disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Vokasi Kementerian Pariwisata Septian Achmad tentang pentingnya informasi peluang kerja melalui sistem siskop2mi.go.id yang sangat membantu mahasiswa dan lulusan Politeknik Pariwisata dalam mencari pekerjaan di luar negeri.

“Saat ini, kementerian kami telah bekerja sama dengan program Triple Win Jerman untuk menempatkan tenaga kerja di sektor perhotelan dan kuliner,” tuturnya.

Ditambahkan pula dari sektor kelautan dan perikanan, Kepala Pusat Pelatihan BPPSDMKP Kementerian Kelautan dan Perikanan I Nyoman Radiarta, menegaskan komitmen kementeriannya dalam menyiapkan tenaga kerja sektor kelautan melalui pelatihan intensif sebelum disalurkan ke pasar kerja luar negeri.

Lebih lanjut untuk bidang konstruksi, Direktur Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi Ditjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Dedy Natri menyampaikan bahwa telah ada permintaan tenaga kerja konstruksi dari Jepang dan Jerman.

“Dalam hal ini kementerian kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian P2MI untuk mengatur mekanisme penempatan tenaga kerja tersebut,” katanya.

Kemudian, Kepala Badan BPSDM Perhubungan Kementerian Perhubungan Subagiyo menjelaskan, peluang kerja bagi sopir di Jepang cukup besar.

Baca Juga:  Hadapi Persaingan Global SDM Transportasi Harus Tingkatkan Tiga Soft Skills

“Saat ini, lima sekolah vokasi di Bekasi dan Tegal tengah dipersiapkan untuk mendidik tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan Jepang, termasuk pelatihan dan sertifikasi lisensi mengemudi internasional,” jelasnya.

Dari sektor komunikasi dan digital, Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Kementerian Komunikasi dan Digital Noor Iza menegaskan, kementeriannya siap bersinergi dalam penyediaan pelatihan berbasis komunikasi dan digital guna memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja luar negeri.

Dia mengharapkan informasi lebih lanjut terkait jabatan yang tersedia agar lulusan pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar global.

Sekjen Dwiyono mengatakan, rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan pekerja migran yang lebih kompeten dan siap bersaing di kancah internasional.

Dengan sinergi dan kolaborasi yang erat antarkementerian terkait, diharapkan target penempatan PMI tahun 2025 dapat tercapai dengan optimal.

Turut hadir dalam rapat ini masing-masing perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, juga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. I

Kirim Komentar