Jateng Pastikan Ketersediaan Pangan Aman saat Cuaca Ekstrem

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan persediaan pangan di wilayahnya aman, di tengah cuaca ekstrem dan menjelang Ramadan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, pihaknya terus memperkuat pengendalian harga dan ketersediaan pangan di wilayah provinsi ini, sedangkan pengendalian inflasi juga terus dilakukan sepanjang tahun.

“Masalah inflasi selalu kami pantau. Kalau ada gejolak, tentu kami ambil langkah untuk mengendalikan harga di Jawa Tengah,” ujarnya usai menjadi narasumber di Studio I TVRI Jawa Tengah, Kabupaten Demak.

Hingga saat ini, lanjut Sumarno, kondisi harga bahan pokok di Jawa Tengah disebut masih stabil.

“Pemerintah daerah juga menjaga ketersediaan pasokan dengan menggandeng Bulog, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan,” ungkapnya.

Menurut Sekda, Ramadan memang memiliki karakter berbeda dibanding bulan lainnya, karena aktivitas ekonomi masyarakat meningkat selama sebulan penuh, sehingga koordinasi lintas daerah sudah dilakukan sejak awal.

Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga, yang selama ini berjalan di pasar – pasar tradisional.

“Pemantauan harga kami lakukan setiap hari. Kalau ada gejolak, segera kami tindaklanjuti. Kenaikan harga itu mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya, tapi harus tetap terkendali,” tuturnya.

Terkait dengan cuaca ekstrem yang memicu gagal panen di sejumlah daerah, seperti Pati, Jepara, Kudus, dan Grobogan, kata Sumarno, dampaknya terhadap ketersediaan pangan masih relatif terbatas.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan pendataan lahan terdampak puso dan menyiapkan langkah perlindungan bagi petani.

“Kami sudah identifikasi dampak bencana, dan menyiapkan asuransi untuk petani. Dampaknya terhadap stok pangan belum besar,  karena hanya di beberapa lokasi,” jelasnya.

Sebagai informasi, produktivitas pangan Provinsi Jawa Tengah sepanjang tahun 2025, telah memenuhi target dari pemerintah pusat, sekaligus merupakan langkah awal, untuk meneguhkan provinsi ini sebagai penumpu pangan nasional.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Serahkan Ribuan Sertifikat Tanah Elektronik Hasil Redistribusi Tanah di Banyuwangi

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, produktivitas padi hingga November 2025 mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP), atau setara dengan 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Produktivitas itu berasal dari luas tanam padi di Jawa Tengah sekitar 2.025.782 hektare, dengan luas panen 1.673.012 hektare.

Jumlah tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai tiga besar kontributor terbesar nasional.

Sebelumya, Pimpinan Wilayah Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kanwil Jawa Tengah – DIY Sri Muniati memastikan, ketersediaan pangan di wilayahnya aman hingga Juni 2026.

Data dari Bulog mencatat stok beras di Jawa Tengah mencapai 339.094 ton dan jumlah tersebut mencukupi hingga Juni 2026. I

 

Kirim Komentar