Pemko Padang Perketat Pengawasan Penginapan dan Hiburan Malam

Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai memetakan strategi pengamanan dan penertiban umum menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Langkah ini diambil untuk memastikan kekhusyukan ibadah masyarakat tetap terjaga dari gangguan ketertiban.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan bahwa Pemko Padang akan memberikan perhatian khusus pada operasional tempat hiburan dan penginapan.

Dia menyoroti adanya modus pelanggaran pada penginapan yang menggunakan label syariah, tapi praktiknya tidak sesuai aturan.

“Visi Kota Padang berlandaskan agama dan budaya. Kita akan awasi terus, termasuk tempat hiburan malam yang bertentangan dengan nilai – nilai tersebut,” ujarnya saat memimpin apel gabungan dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Mako Satpol PP Kota Padang.

Apel gabungan ini diikuti jajaran Satpol Kota Padang, Satgas, seluruh pihak pimpinan kecamatan dan Dubalang dari kecamatan se-Kota Padang.

Guna mendukung efektivitas pengawasan, Maigus menyebutkan Pemko Padang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis di antaranya penerbitan Surat Edaran (SE) untuk pengaturan jam operasional hotel, tempat hiburan, serta larangan petasan akan segera disosialisasikan sebelum memasuki bulan puasa.

Personel di lapangan juga dibekali perangkat radio komunikasi khusus untuk mempercepat koordinasi lintas kecamatan jika ditemukan gangguan keamanan yang memerlukan dukungan cepat.

“Pemko akan bertindak tegas terhadap anggota Dubalang atau Satgas yang tidak disiplin. Para koordinator diminta memberikan laporan kinerja yang transparan di wilayah masing – masing,” jelasnya.

Selain pengawasan tempat usaha, Pemko Padang juga memberikan atensi pada tradisi balimau atau mandi keramas massal yang kerap dilakukan warga menjelang Ramadan.

Petugas akan dikerahkan di titik-titik pemandian untuk mengantisipasi potensi kecelakaan air dan memastikan ketertiban di lokasi keramaian.

Maigus menginstruksikan seluruh jajaran di lapangan untuk bekerja secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan santun kepada masyarakat.

Baca Juga:  Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatra Jadi 1.157 Jiwa dan 165 Masih Hilang

“Kita ingin komunikasi lintas kecamatan berjalan baik. Momentum Ramadan ini harus menjadi waktu yang tepat untuk mengembalikan nilai – nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Padang,” ungkapnya. I

Kirim Komentar